Dalam Sehari 7 Warga DIY Meninggal karena Corona

Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik. - Ist/FOTO ANTARA
10 Desember 2020 18:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kasus pasien Covid-19 di DIY yang meninggal dunia terus bertambah . Kali ini bahkan mencapai hingga tujuh orang dalam sehari.

Gugus Tugas penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 191 penambahan kasus positif pada Kamis (10/12/2020). Sleman mendominasi penambahan ini sebanyak 106 kasus. Sementara 104 kasus dinyatakan sembuh dan 7 kasus dilaporkan meninggal.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisili merliputi Kota Jogja 28 kasus, Bantul 34 kasus, Kulonprogo 7 kasus, Gunungkidul 16 kasus dan Sleman 106 kasus.

Dilihat dari riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari tracing kasus positif 97 kasus, periksa mandiri 50 kasus dan belum ada keterangan 44 kasus. “Berdasarkan pemeriksaan pada 1.624 sampel dari 1.455 orang,” ujarnya.

Tujuh kasus dinyatakan meninggal yakni Kasus 5.589, perempuan 63 tahun, Kota Jogja dengan komorbid jantung; Kasus 6.006, laki-laki 48 tahun, Sleman; kasus 7.243, laki-laki 79 tahun, Kulonprogo; Kasus 6.936, laki-laki 71 tahun, Sleman; kasus 7.432, perempuan 78 tahun, Kota Jogja dengan komorbid diabetes melitus; Kasus 7.489, laki-laki 73 tahun, Sleman.

Adapun kasus sembuh berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 36 kasus, Bantul 12 kasus, Kulonprogo 8 kasus, Gunungkidul 10 kasus dan Sleman 38 kasus. dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 7.612 kasus.

Rincian dari total kasus positif tersebut terdiri dari 2.184 kasus aktif, 5.266 kasus sembuh dan 162 kasus meninggal. Sementara penggunaan bed di rumah sakit rujukan untuk kritikal sebanyak 36 bed, sisa 27 bed. Untuk non kritikal digunakan 405 bed, sisa 97 bed.