Pasca-Proyek Kawasan Tugu, Kemana Kendaraan Parkir?

Pengerjaan proyek revitalisasi Tugu Jogja, Oktober 2020. - Harian Jogja/Desy Suryanto
11 Desember 2020 18:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Progres pengerjaan simpang Tugu sampai pada tahap akhir dan kawasan ini akan segera dibuka. Isu penertiban parkir di kawasan Tugu pun santer terdengar, namun Dishub Jogja menyatakan masih lakukan identifikasi terhadap situasi parkir yang ada.

Penutupan parkir tak bisa dilakukan serta merta tanpa memperhatikan ketersediaan kantong parkir yang tersedia. Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho menerangkan jika saat ini masih mengidentifikasi lokasi yang mungkin bisa dioptimalkan untuk kantong parkir. "Ya kita kan identifikasi dan di wilayah ada enggak tempat yang bisa dioptimalkan untuk parkir. Sekarang kebiasaan masyarakat Jogja pada naik motor pada naik mobil. Kalau semuanya enggak boleh lantas tiba-tiba kan enggak mungkin, makanya secara bertahap kita identifikasi," tegasnya pada Kamis (10/12/2020).

Akan tetapi secara tegas Arif tidak menggunakan lokasi yang memang dilarang untuk parkir. Seperti di badan jalan, pihaknya tidak akan menggunakan lokasi itu. "Masih ada [parkir] Tepi Jalan Umum [TJU], ada beberapa, masih ada tapi kan nol derajat kalau mobil, kan nol derajat sementara ini," tuturnya.

"Kalau memang tempat yang tidak diperbolehkan untuk parkir ya tetap dilarang. Tidak serta merta [ditutup], kalau semuanya dilarang mau parkit dimana. Yang diperbolehkan jelas di Jl. Dipenogoro juga ada, TJU yang sekarang masih ada. Nanti kita lihat kalau itu berprosses untuk kita off stret kan ya kita off street kan. Tapi kan untuk membuat kebaisaan baru ini kan sebuah proses," jelas Arif.

Sebenarnya menurut Arif, taman parkir Abu Bakar Ali pun representatif untuk parkir pengunjung Tugu. Hanya saja tak semua pengunjung mau berjalan, padahal menurut Arif jaraknya tak terlalu jauh kurang dari satu kilometer. "Sebenarnya kita punya [tempat parkir] tapi kebiasaan aja, mau Jl. Diponegoro di TJU apalagi kalau malam kan sepi, bisa [parkir di sana]. Tapi ini kan bicara kebiasaan, orang kalau [parkir] enggak sampai dekat enggak mau," ujarnya.

"Kalau mobil parkir dimana, di ABA, jalanlah ke Tugu menikmati pedestrian enggak sampai satu kilometer kok. Parkir motor lantai dua lantai dan tiga [ABA] juga masih kosong misalnya kalau ekstrimnya kaya gitu. Cuma kita juga enggak mau seperti itu, bagaimana kita lihat dulu agar yang dekat bisa dioptimalkan kegiatan masyarakat. Karena yang parkir juga masyarakat sekitar, bagaimana agar roda perekonomian jalan, itu yang jadi pertimbangkan, jadi bukan serta merta dari sisi estetika saja. Estetika juga dipertimbangkan bagaimana mendukung itu agar masyarakat mendapatkan manfaatnya," tukas Arif.

Dikatakan Arif, pihaknya telah bekoordinasi awal dengan Camat Jetis perihal lokaai mana yang mungkin dijadikan lokasi parkir baru. Sebelumnya Camat Jetis, Sumargandi, memproyeksikan beberapan lokasi yang dimungkinkan sebagai lokasi parkir baru. Rencananya depan dan belakang Pasar Kranggan sedang dikomunikasikan apakah bisa digunakan untuk parkir. Selain itu area Kebon Ndalem atau Balai Kampung bila bisa kerja sama dengan kampung untuk dikelola parkirnya maka di sana juga berpotensi untuk dijadikan tempat parkir.