Alhamdulillah...6 Santri An-Nur Ngrukem Bantul Sembuh dari Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
11 Desember 2020 18:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Enam dari 17 santri yang positif sejak akhir November lalu dinyatakan sembuh dari Coronavirus Disease atau Covid-19 dan kembali ke kompleks pesantren.

“[Yang positif Covid-19 masih di selter] tapi enam santri sudah negatif dan kembali ke kompleks pesantren,” kata Koordinator Lapangan Bagian Kesehatan Satgas Covid-19 Pesantren An-Nur Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Thoriq Ziyad, Kamis (10/12/2020).

Sebelumnya dinyatakan sebanyak 17 santri An-Nur Ngrukem positif Covid-19 dan sebagian besar adalah santri putri. Pernyataan Thoriq ini sekaligus meluruskan berita di Harian Jogja yang menyebut An-Nur masih bebas dari positif Covi-19.

Thoriq mengatakan 17 santri An-Nur Ngrukem positif Covid-19 dan seluruhnya adalah santri karantina. Santri karantina ini berasal dari penarikan tahap ke-6 yang berlangsung pada awal November. Proses karantina merupakan salah satu protokol yang diterapkan di An-Nur guna meminimalisir penyebaran covid-19.

"Santri dikarantina dua minggu pada saat pertama kali datang ke pondok" kata dia.

Menurit Thoriq 17 santri positif awalnya bermula pada 17 November ada santri putri yang mengalami kejang-kejang. Kemudian pihak pesantren berinisiatif melakukan uji swab ke Puskesmas Sewon. Kemudian pada 21 November pesantren mendapat kabar bahwa santri tersebut positif Covid-19.

Tiga hari kemudian Satgas Covid-19 An-Nur langsung melakukan tracing santri yang berkontak erat dengan yang positif tersebut, “Hasil pendataan ada 23 santri putri dan satu santri putra [yang berkontak erat],” kata Thoriq.

Pada 25 November pihak pesantren mengantarkan 24 santri ke Puskesmas untuk menjalani tes swab dan hasilnya pada 27 November diketahui 17 santri positif dan tujuh santri lainnya negatif. Thoriq mengatakan semua yang positif adalah orang tanpa gejala (OTG) dan semua yang positif tersebut diisolasi di selter yang sudah disediakan Pemkab Bantul.

Rabu 25 November pihak pesantren mengantarkan 24 santri ke puskesmas untu swab. Hasilnya 27 November diketahui 17 santri positif dan tujuh lainnya negatif. Dari 17 santri yang positif semuanya adalah orang tanpa gejala.

Sampai 8 Desember lalu proses karantina belum selesai. Santri karantina sama sekali belum berkegiatan dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar pondok. Pihak pesantren memperpanjang masa karantina 2x14 hari sesuai arahan Dinas Kesehatan Bantul, “Satgas pesantren juga meninjau secara berkala perkembangan kesehatan santri-santri dan telah menyiapkan gedung isolasi bilamata ditemukan positif pada santri mukim,” ucap Thoriq.

BACA JUGA: Gejolak Merapi Mulai Mereda

Lebih lanjut Thoriq mengatakan sejak proses pembelajaran dimulai pesantren sudah melaksanakan protokol kesehatan dan prosedur secara ketat dengan membentuk Satgas dan mewajibkan santri yang datang mebawa surat keterangan sehat, menyediakan fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan dan mengharuskan santri berolahraga secara rutin untuk menguatkan imun

Saat pesantren menemukan ada santri positif, pihak pesantren langsung berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan untuk mengambil langkah sesuai ketentuan, antara lain melakukan isolasi dan perawatan, penelusuran kontak erat, melakukan tes dan fokus pada penyembuhan.

Pesantren juga mohon maaf jika sementara waktu mengambil kebijakan pengetatan kegiatan di lingkungan pesantren, antara lain pembatasan kunjungan wali santri, tidak melaksanakan salat jumat untuk dua pekan ke depan dan penutupan tempat ziarah sesepuh pesantren bagi masyarakat umum.