Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Ilustrasi pesta kembang api pada perayaan tahun baru/JIBI
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Pariwisata Gunungkidul memastikan tidak ada persiapan khusus menyambut libur akhir tahun. Pasalnya, persiapan hanya difokuskan untuk antisipasi lonjakan pengujung agar tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, tidak ada kegiatan untuk menyambut libur akhir tahun karena kondisi perayaan masih bersamaan dengan pandemi. Oleh karena itu, tidak ada persiapan khusus untuk menyambut libur panjang tersebut. “Tidak ada acara apa-apa,” katanya kepada wartawan, kemarin.
BACA JUGA : Cek Syarat Naik Kereta Api saat Libur Akhir Tahun
Menurut dia, persiapan di libur panjang hanya menyangkut antisipasi terhadap adanya lonjakan pengunjung ke kawasan destinasi wisata. Hary mengungkapkan, antisipai dilakukan untuk memastikan pelaksanaan berjalan dengan lancar serta protokol kesehatan di area wisata dapat berjalan dengan baik.
“Kami akan lakukan koordinasi lintas sektoral. Yang jelas, kami akan pastikan liburan berjalan dengan aman,” katanya.
Kepala Seksi Informasi dan Promosi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Purnomo Sumardamto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memastikan penyelenggaraan kepariwisataan mematuhi protokol kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memasang tempat cuci tangan 200 unit di 50 destinasi wisata. Menurut dia, jumlah ini masih bisa terus bertambah karena pemkab terus melakukan identifikasi lokasi mana saja yang akan dipasangi fasilitas tersebut.
“Untuk saat ini di setiap destinasi ada empat sampai lima wastafel yang dipasang,” katanya.
BACA JUGA : Libur Akhir Tahun Akhirnya Dipangkas 3 Hari
Ditambahkan dia, pemasangan tempat cuci tangan terlaksana berkat kerjasama antara dinas pariwisata dengan BPBD Gunungkidul. selain pemasangan fasilitas ini juga dilakukan monitoring terhadap pelaksanaan protokol kesehatan mulai dari kawasan wisata hingga tempat-tempat kuliner.
“Monitoring dilakukan secara acak dan waktunya bisa dilaksanakan kapan saja,” katanya.
Hasil dari monitoring masih ada yang belum mematuhi protokol kesehatan. Hal ini dikarenakan masih banyak pengunjung yang abai tidak menggunakan masker, atau tidak menjaga jarak selama di destinasi.
“Kami berharap pengelola destinasi untuk terus mengingatkan kepada pengunjung agar taat protokol kesehatan. Sebab, keberhasilan untuk pencegahan merupakan tanggung jawab semua pihak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Arsenal meraih gelar Community Shield 2026 setelah mengalahkan Manchester City 3-0. Christos Tzolis mencuri perhatian dengan dua assist.
Jadwal wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026 hari ini. Putri Kusuma Wardani, Alwi Farhan, Isyana/Rinjani, dan Thalita turun di babak 64 besar.
WhatsApp Business bisa diblokir jika melanggar aturan. Simak penyebab, cara mengajukan tinjauan, dan tips mencegah akun terkena suspend.
Pada usia ke-81, Provinsi Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi 5,80% secara kumulatif (c-to-c) pada Semester I-2026.
Pesta Rakyat Jogja 2026 digelar di Titik Nol Kilometer pada 17 Agustus. Ada Kibar 1.000 Merah Putih, rayah gunungan, cek kesehatan, hingga angkringan gratis.