Seluruh KPPS Pilkades Sleman Mulai Jalani Rapid Test

Ilustrasi - Harian Jogja/Desi Suryanto
12 Desember 2020 17:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Seluruh petugas penyelenggara Pilkades Serentak Sleman di 49 Kalurahan mulai menjalani rapid test Covid-19. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 saat pemungutan suara 20 Desember mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Sleman, Budiharjo mengatakan pelaksanaan rapid test dilakukan secara bertahap mulai 7 hingga 14 Desember di 25 puskesmas, laboratorium kesehatan, dan RSUD di Sleman. Kondisi ini terjadi karena jumlah petugas yang menjalani tes mencapai ribuan orang. "Rapid test dilakukan secara bertahap untuk menghindari kerumunan di masing-masing puskesmas. Untuk hasilnya masih di Dinas Kesehatan Sleman," katanya, Jumat (11/12).

Menurut Budi, jumlah petugas yang mengikuti rapid test sekitar 9.465 orang, dengan rincian sebanyak 7.717 orang petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), 1.095 orang tenaga teknis lapangan (TTL), dan sebanyak 539 orang merupakan panitia desa. "Kami juga menyiapkan 114 orang cadangan TTL. Mereka juga ikut rapid test," katanya.

Menurut Budi, jika ditemukan petugas yang dinyatakan positif Covid-19 maka PMK Sleman mengambil petugas cadangan untuk mengganti petugas yang positif Covid-19. Jika terdapat 114 personel TTL sebagai cadangan, maka PMK menyiapkan 3% KPPS cadangan dari jumlah keseluruhan. "Petugas yang menjadi cadangan ini sudah kami latih untuk menguasai tiga bidang ketugasan di TPS," katanya.

Disinggung soal persiapan pelaksanaan pilkades, Budi mengatakan pelaksanannya sudah mencapai 90%. Beberapa waktu lalu, PMK Sleman sudah mengirimkan kelengkapan alat pelindung diri (APD) bagi petugas seperti masker, face shield, sarung tangan, dan disinfektan ke tingkat PPS. "Untuk distribusi logistik dan komputer dilaksanakan Senin [14/12] hingga Rabu [16/12]," katanya.

Pelaksanaan pilkades, kata Budi, menerapkan protokol kesehatan secara ketat di 1.102 TPS. Selain disinfeksi area TPS, pemilih juga diwajibkan memakai masker, dan cek suhu tubuh sebelum masuk ke bilik. Di lokasi TPS juga disediakan sarung tangan sekali pakai. Khusus Pilkades di Desa Glagaharjo, Cangkringan, proses pemilihan akan mengikuti skenario Pilkada.

"Kalau di Pilkada 9 Desember lalu, warga Dusun Kalitengah Lor memberikan hak suara di TPS, maka TPS juga akan dibangun di dekat barak pengungsian Glagaharjo," katanya.

Sekadar diketahui, total anggaran yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan Pilkades Sleman 2020 sekitar Rp14,6 miliar. Pemkab mengalokasikan pengadaan APD untuk seluruh petugas dengan anggaran Rp575,86 juta. Adapun untuk rapid test bagi petugas pelaksana anggarannya mencapai Rp1,63 miliar.

Terkait dengan hasil rapid test bagi petugas penyelenggara pilkades yang digelar sejak 7 Desember, Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengaku sampai saat ini belum ada laporan hasil. "Maaf belum ada laporan yang masuk," ujar Joko.