Diserbu Wisatawan, Protokol Kesehatan di Malioboro Ambyar

Pengunjung memadati Pasar Beringharjo pada akhir pekan, Minggu (13/12/2020).-Harian Jogja - Sirojul Khafid
13 Desember 2020 17:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pasar Beringharjo terpantau ramai pengunjung pada akhir pekan ini, Minggu (13/12/2020) sekitar pukul 11.00 WIB. Terlihat pengabaian protokol kesehatan (prokes) berupa kerumunan massa di depan beberapa kios pedagang baju. Tidak jarang pula pedagang yang melepaskan masker dari mulut dan meletakkannya di sekitar leher, khususnya saat mereka sedang menawarkan dagangannya.

Selain pengabaian prokes berupa kerumunan dan pembukaan masker, di pintu masuk bagian barat Beringharjo juga tidak terlihat petugas yang mengecek suhu tubuh pengunjung. Hanya terlihat hand sanitizer dan bilik antiseptik yang pengunjung pakai secara mandiri.

Tidak terlihat pula petugas yang mengingatkan pengunjung untuk jaga jarak atau pedagang untuk mengenakan maskernya. Di luar Beringharjo, kerumunan massa juga terlihat di tempat makan. Terlihat para penunjung makan sembari berdempetan.

BACA JUGA: 3 Pendukung Rizieq Shihab Minta Ditahan, Pengacara: Ingin Rasakan Kezaliman

Sementara itu, di sepanjang Jalan Malioboro terlihat ramai oleh para pejalan dan pedagang. Di beberapa titik trotoar, terdapat kerumunan massa yang sedang melakukan aktivitas jual beli. Terlihat pula pengunjung yang duduk di kursi bertanda larangan untuk duduk. Satu deret kursi yang bisa menampung dua orang seharusnya digunakan separuhnya untuk menjaga jarak. Kebanyakan pengunjung yang mengisi kursi dengan dua orang berasal dari satu rombongan yang sedang istirahat makan atau mengobrol.

Salah satu pengunjung Malioboro, Ahmad yurianto, 45, melihat sebagian besar orang telah memakai masker. Dia juga merasa terbantu adanya tempat cuci tangan di beberapa titik di Malioboro. “Sangat terbantu dengan tempat cuci tangan di Malioboro, terutama bagi yang tidak membawa hand sanitizer,” kata Yurianto, warga Muntilan yang menemani tamunya dari Kalimantan untuk berlibur.

Pengunjung Malioboro lain, Ikhwan, 20, juga merasa dimudahkan dengan adanya tempat cuci tangan di Malioboro. Dia tidak begitu mempermasalahkan kerumunan yang ada di beberapa titik. “Yang penting pakai masker, cuci tangan, aman,” kata Ikhwan, wisatawan dari Bojonegoro.

Berbeda dari Beringharjo dan Jalan Malioboro, kondisi cenderung sepi terlihat di dalam Mal Malioboro. Sedikitnya pengunjung membuat masyarakat terlihat menerapkan physical distancing. Sebelum memasuki mal, petugas juga memeriksa suhu tubuh pengunjung dan menyediakan hand sanitizer.