Adhi Karya Bagi Susu Gratis ke Siswa SD Terdampak Tol Jogja Solo
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Isu vaksin Covid-19 makin gencar akhir tahun ini. Meski belum diketahui kapan pelaksanaanya, pemetaan calon penerima vaksin dan pelatihan tenaga kesehatan pun telah dilakukan.
Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi menjelaskan jika sampai saat ini pihaknya belum mengetahui detail secara teknis tentang pelaksaan vaksin. Namun pihaknya mengakui telah mendapatkan petunjuk umumnya.
"Teknisnya sampai ke kami bagaimana kan belum tahu. Kalau petunjuk umumnya kita sudah tahu. Petunjuk teknis pengiriman vaksin, terus destribusi kita belum tahu," ungkapnya Minggu (13/12/2020).
BACA JUGA : RS di Jogja Belum Sediakan Vaksin Corona
Kendati demikian Heroe mengatakan jika saat ini telah menyiapkan beberapa hal menyangkut vaksin yang termasuk program pemerintah yang sifatnya tidak bervayar. "Nah kami harus menyiapkan nama-nama dan segala macam karena nanti ada aplikasi khusus untuk yang tervaksinansi dan aplikasinya secara nasional dan itu kita menunggu dari aplikasi yang dibagikan," ujarnya.
Diterangkan Heroe salah satu prioritas nama yang disiapkan sebagai sasaran vaksin ialah para KMS yang sebelumnya mendapat bantuan sosial dan semacamnya. "Kalau itu saja itu sekitar Rp100.000 orang yang tidak berbayar. Tapi karena syarat dan prasyaratnya data ini kan kita fix kan dengan data penerima bansos kemudian dengan persyaratan BPJS, belum pernah terpapar, bukan ibu hamil, tidak menyusui, usia18-59 tahun itu harus disisir lagi. Tidak ada komorbid itu syaratnya itu yang nanti mendapatkan. Kita sedang menyiapkan itu sama fasilitas kesehatan yang memungkinkan vaksinansi," tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi menyebutkan jika saat ini pihaknya baru melaksanakan pemetaan sasaran dan faskesnya. Proses masih berjalan karena belum tahu memdapatkan berapa jumlah sasarannya. Namun dia menegaskan jika tenaga kesehatan sudah mendapatkan pelatihan.
"Pelatihan sudah berlangsung tanggal 30 [November] kemarin. Kemarin yang dilatih dua orang per puskesmas, kalau rumah sakit kemairn belum, kemarin itu puskesmas dan BPOM apotekernya untuk pengelolaan vaksinnya. Kalau yang tadi petugas ada dokter sama bidan dari puskesmas untuk pelaksanan vaksinasinya, kemudian untuk pelaksanan pengelolaan vaksinnya itu apoteker tapi itu belum semuanya juga yang diundang hanya beberapa puskesmas. Jadi ya nanti kita tindaklanjuti untuk semuanya, maksudnya untuk melatih semuanya masih dalam proses tahap itu," jelasnya.
BACA JUGA : Persiapan Vaksinasi Covid-19, Petugas Vaksin Puskemas
Emma berharap rumah sakit dapat memvaksin nakesnya sendiri sehingga tidak perlu kemana-mana untuk melakukan vaksin. "Siapa yang ada di situ, siapa nakes yang lini depan yang langsung berhubunhan dengan pasien nanti yang mengerjakan. Nanti kita skemakan rumah sakit itu lah yang memvaksinasi kepada nakesnya yang ada disitu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.