Mengklaim Menang Pilkada Gunungkidul, Tim Cabup Sunaryanta Mengaku Sudah Bergerilya 4 Tahun Lalu

Calon Bupati Gunungkidul, Sunaryanta saat mencoblos bersama istri di TPS 8 Dusun Kwarasan Wetan, Rabu (9/12/2020). - Istimewa/dok
14 Desember 2020 16:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Ketua tim pemenangan pasangan Sunaryanta-Heri Susanto, Heri Nugroho di Pilkada Gunungkidul mengatakan, keberhasilan calon yang diusung memenangkan pilkada tidak diraih melalui cara instan. Pasalnya, proses sosialiasi di masyarakat sudah dimulai sejak tiga hingga empat tahun lalu.

“Sepertinya cepat, tapi sebenarnya butuh waktu yang lama untuk bisa memenangkan hati rakyat,” kata Heri kepada Harianjogja.com, Senin (14/12/2020).

Menurut dia, untuk pemenangan ada beberapa startegi yang diterapkan. Pada saat kampanye, menawarkan calon yang merupakan putra daerah, memiliki usia paling muda. Untuk memumuluskan langkah pemenangan, diperkuat dengan perluasan jaringan sukarelawan, koordinasi internal partai pengusung serta pendekatan ke sejumlah tokoh dan organisasi masyarakat.

“Cara ini yang kami gunakan pada saat kampanye. Bahkan di akhir-akhir atau jelang masa tenang, sosialisasi digerakkan secara masif dengan melibatkan seluruh jaringan yang dimiliki,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Gunungkidul ini mengungkapkan, startegi pemenangan yang diterapkan saat kampanye sejalan dengan jaringan yang dibangun secara pribadi oleh calon bupati Sunaryanta. Menurut dia, jaringan yang dibuat melalui proses panjang karena waktu yang ditempuh tidak hanya jelang pilkada, namun sejak beberapa tahun yang lalu melalui berbagai kegiatan mulai dari seni, atraksi budaya hingga kegiatan lainnya.

“Sejak dulu sudah mulai mengenalkan diri ke masyarakat. Hasilnya baik karena calon yang kami usung bersama PKB bisa meraih suara terbanyak dalam pilkada tahun ini,” kata Ketua DPD Golkar Gunungkidul ini.