Korupsi Pembangunan Balai, Lurah Baleharjo Divonis Satu Tahun Penjara

Ilustrasi hakim - Okezone
16 Desember 2020 16:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Lurah Baleharjo, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul Agus Setiyawan dinyatakan bersalah atas kasus korupsi pembangunan balai kalurahan dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DIY, Selasa (15/12/2020). Ia pun divonis satu tahun penjara dikurangi penahanan selama proses persidangan berlangsung.

Penasehat Hukum Terpidana, Kunto Nugroho Adnan mengatakan, sudah ada vonis terhadap kliennya. Hasil dari putusan sidang, Agus diputus bersalah dan divonis satu tahun penjara dikurangi masa penahanan. “Vonis ini lebih ringan karena saat sidang dituntut 1,5 tahun penjara,” kata Kunto kepada wartawan, Rabu (16/12/2020).

BACA JUGA : Lurah Baleharjo Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Menurut dia, berdasarkan pertimbangan dari terdakwa, tidak akan mengajukan banding dan menerima putusan yang telah dijatuhkan oleh majelis hakim. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, Agus tidak harus menjalani selama satu tahun karena akan ada pengurangan selama proses penahanan.

“Klien saya menerima. Kemungkinan 4,5 bulan lagi sudah selesai menjalani masa penahanan,” ungkapnya.

Ditambahkan Kunto, selama proses penyelidikan hingga persidangan berlangsung klinenya sangat kooperatif. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan majelis hakim untuk memberikan vonis yang lebih ringan dari tuntutan dari tim jaksa penuntut umum. Bukti sikap kooperatif dari terdakwa bisa dilihat adanya pengembalian uang sesuai dengan kerugian yang disebutkan.

“Kerugian atas pembangunan balai kalurahan mencapai Rp353 juta dan semua sudah dikembalikan dengan cara mengangsur,” katanya.

BACA JUGA : Berkas Dinyatakan Lengkap, Lurah Baleharjo Resmi Ditahan

Kepala Seksi Pidana Khusus, Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Andy Nugraha Triwantoro mengatakan, pihaknya masih pikir-pikir apakah akan melakukan banding atau tidak. Menurut dia, untuk sekarang masih menunggu salinan putusan dari pengadilan. “Kami masih pikir-pikir dulu,” katanya.

Menurut dia, dalam kasus korupsi pembangunan balai kalurahan, Agus Setiyawan bukan satu-satunya tersangka. Pasalnya, beberapa waktu lalu sudah menetapkan Fajar Riyanto, selaku rekanan yang mengerjakan proyek sebagai tersangka. Meski demikian, hingga pemanggilan yang keempat kalinya, yang bersangkutan belum memenuhi pemanggilan penyidik. “Kami masukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata Andy.

BACA JUGA : Terjerat Kasus Dugaan Korupsi, Lurah Baleharjo Dinonaktifkan

Ditambahkan dia, berdasarkan hasil audit, pembangunan ini menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp353 juta. “Untuk terdakwa Agus [Lurah Baleharjo] sudah mengembalikan kerugian ini kepada kami. Tapi, kembalian tersebut tidak menghentikan proses hukum yang berjalan,” katanya.