Lestarikan Penyu, Lanal Jogja Lepasliarkan Ratusan Tukik di Pantai Congot

Proses pelepasliaran tukik oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta di Pantai Congot, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, Selasa (15/12/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
16 Desember 2020 02:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Upaya pelestarian penyu di Kabupaten Kulonprogo tak hanya dilakukan oleh instansi terkait maupun pegiat lingkungan semata. Aparat keamanan pun turut andil dalam kegiatan tersebut, seperti halnya yang dilakukan para tentara dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta.

Dalam rangka pelaksanaan program potensi maritim, Lanal Yogyakarta melepasliarkan ratusan anak penyu atau tukik di Pantai Congot, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo. Kegiatan yang dilangsungkan pada Selasa (15/12/2020) sore itu dipimpin oleh Komandan Lanal (Danlanal) Yogyakarta Kolonel Marinir Harry Indarto, bersama Ketua Cabang 8 Korcab V Daerah Jalasenastri Armada (DJA) II Neneng Harry Indarto.

"TNI AL di luar tupoksinya di bidang pertahanan turut membantu dalam hal lain, salah satunya adalah program ini yaitu pelepasan tukik sebagai upaya melestarikan penyu khususnya yang ada di pesisir Pantai Kulonprogo," kata Harry Indarto di sela-sela pelepasan tukik, Selasa.

Baca juga: Pemerintah Bisa Gratiskan Vaksin Covid-19, Ini Caranya..

Harry mengatakan dalam kegiatan ini pihaknya bersama perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Muspida) Kulonprogo dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY serta sejumlah unsur yang terlibat langsung dalam upaya konservasi penyu di Kulonprogo melepasliarkan 140 tukik jenis lekang. Aksi ini sebagai upaya melestarikan populasi penyu agar tidak punah.

Menurut Harry, kehadiran penyu telah berperan sebagai penyeimbang ekosistem laut. Sebab satwa yang dilindungi ini membantu tumbuh kembang mahluk laut lainnya dengan memberikan nutrisi secara tidak langsung. Ketika berenang penyu mengeluarkan zat-zat yang menjadi santapan bagi para plankton, dan seperti yang diketahui plankton merupakan penyumbang oksigen terbesar di Bumi.

"Oleh karena itu kehadiran penyu sangat dibutuhkan sehingga upaya pelestarian harus terus dilakukan," ujarnya.

Di samping penyeimbang ekosistem, kehadiran penyu khususnya di Pantai Congot juga menjadi potensi wisata yang ke depan perlu lebih dikembangkan. Harry melihat kawasan Congot selain keindahan pantainya, juga menyimpan puluhan sarang penyu yang mana itu dapat dijadikan sebagai destinasi wisata edukasi.

"Ke depan kami akan ikut terlibat dalam pengembangan konservasi penyu di Congot yang tentunya juga memerlukan bantuan dari pihak-pihak lain agar dapat berjalan maksimal," ucapnya.

Baca juga: Viral Video Dinosaurus Diturunkan dari Truk di Mojosemi Forest Park, Ini Faktanya

Kepala BKSDA DIY Muhammad Wahyudi mengapresiasi langkah Lanal Yogyakarta yang turut terlibat dalam upaya pelestarian penyu di Pantai Congot. Ia mengatakan kegiatan konservasi semacam ini memang harus dilakukan oleh semua pihak. Jika tidak habitat penyu bisa hilang.

"Berdasarkan pemantauan kami selama kurun waktu lima tahun pada 2015-2020 terjadi penurunan jumlah penyu yang bertelur di pesisir Kulonprogo. Hal ini perlu jadi perhatian kita semua, dan satu-satunya cara agar habitat itu tetap ada adalah dnegan menjaga kelestarian lingkungan di tempat ini," kata Wahyudi.

Masyarakat Terlibat

Wahyudi pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bisa terlibat dalam upaya pelestarian penyu. Ini mengingat dari tujuh jenis penyu di dunia, enam di antaranya ada di Indonesia. Adapun untuk wilayah pesisir Kulonprogo didominasi dua jenis penyu, yaitu penyu hijau dan lekang. Namun seiring waktu habitat dua penyu itu kian hilang karena ulah manusia.

"Musuh terbesar penyu itu bukanlah hewan lain melainkan manusia, jadi tolong kita sama-sama bisa jaga habitat penyu agar tidak punah," kata dia.