E-voting, Pemenang Pemilihan Lurah Diketahui Dalam Waktu 15 Menit

Ilustrasi. - Freepik
17 Desember 2020 08:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman terus merampungkan proses pendistribusian logistik pemilihan lurah (Pilur) di 49 Kalurahan di Sleman. Pilur dengan mekanisme e-voting ini selain yang pertama di DIY juga dinilai efektif dan efesien karena pemenangnya dapat diketahui dalam waktu 15 menit.

Kepala DPMK Sleman Budiharjo mengatakan seluruh peralatan e-voting sudah mengantongi sertifikasi dari Badan Sertifikasi Nasional (BSN). Hingga kini, proses pendistribusian sebanyak 1.212 peralatan e-voting tersebut terus didistribusikan ke masing-masing TPS. "Sabtu (19/12/2020) kami akan melakukan uji alat sekaligus simulasi akhir pelaksanaan Pilur di masing-masing TPS," katanya usai kegiatan pembekalan 157 calon lurah, Rabu (16/12/2020).

Baca jugaSeniman Ini Hancurkan 5 Ton Buku untuk Memancing Emosi

Dalam proses pemilihan (e-voting), kata Budi, memang tidak terkoneksi secara online tetapi offline di masing-masing TPS. Proses pemilihan dimulai pukul 08.00 dan ditutup pukul 14.00 WIB. Warga yang datang memilih harus membawa undangan yang diverifikasi oleh verifikator. Setelah lolos verifikasi, maka ia dapat memilih sesuai prosedur. "Setelah ditutup, masyarakat bisa mengetahui hasilnya, siapa pemenangnya dalam waktu 15 menit," katanya.

Pilur dinilai qourum atau memenuhi syarat, kata Budi, jika mencapai 2/3 dari jumlah pemilih. Jika sampai waktu penutupan belum memenuhi qourum, maka waktu pemilihan diperpanjang selama satu jam. "Setelah diperpanjang waktunya, berapapun hasilnya itu yang dihitung. Proses verifikasi yang dilakukan oleh tim verifikator ini bagian dari upaya kami untuk menghindari adanya kecurangan," kata Budi. 

Selain itu, kerahasiaan pemilih juga terjamin. Sebab dalam rekaman e-voting tidak terlihat nomor urut pemilih dan waktu pemilih saat menggunakan pilihannya. Yang tertera, katanya, hanya hari di mana pemilihan dilakukan. "Jadi kerahasiaan pemilih tetap terjamin. Kalaupun ada sengketa pemilihan, nanti ada mekanisme dan pembuktiannya. Ada kartu audit yang disiapkan," ujarnya. 

Baca juga: Pemda Sebut Disiplin Warga Jogja terhadap Prokes Belum Membaik, Ini Alasannya

Dijelaskan Budi, jumlah pemilih yang terdaftar di 49 kalurahan yang menggelar Pilur sebanyak 444.841 pemilih. Sebanyak 400 personel keamanan dari Polres Sleman, Kodim, Polsek, dan Koramil serta Linmas dikerahkan untuk melakukan pengamanan. Hingga kini persiapan terkait pelaksanaan Pilur sudah lebih dari 90% termasuk distribusi alat pelindung diri (APD) bagi para petugas. "Pada prinsipnya, kami siap menggelar Pilur sesuai dengan penerapan protokol kesehatan," katanya.

Sudarmini, warga Tamanmartani, Kalasan mengaku sudah mengetahui program dan rencana pelaksanaan Pilur pada 20 Desember mendatang. Ia juga mengaku sudah memiliki calon lurah yang akan dipilihnya nanti. "Ya sudah ada pilihan. Soalnya programnya bagus dan jelas, sama masyarakat juga dekat," katanya.