Revitalisasi Selesai, Pasar Prawirotaman Jadi Pasar Tradisional dengan Nuansa Modern

Asisten Umum Sekretariat Daerah Kota Yogya, Edy Heri Suasana membeli tempe dan membayar secara online di Pasar Prawirotaman pada Jumat (18/12/2020). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
19 Desember 2020 11:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Revitalisasi bangunan Pasar Prawirotaman perlu berbarengan dengan revitalisasi secara ekonomi dan sosial. Revitalisasi pasar secara ekonomi berupa peningkatan pendapatan dan akses pedagang terhadap pembiayaan dan sumber produk. Menurut Gubernur DIY Sri Sultan HB X, pasar rakyat merupakan sarana perdagangan dan titik distribusi strategis dalam pengawalan harga dan menjaga inflasi.

“Revitalisasi sosial agar pasar rakyat menjadi pusat interaksi sosial masyarakat setempat. Dalam sesanti Jawa disebutkan pasar yang ora ilang kumandange, tidak kehilangan kemasyurannya sebagai tempat interaksi sosial budaya masyarakat lokal,” kata Sultan HB X dalam peresmian Pasar Prawirotaman secara virtual pada Jumat (18/12/2020).

Eksistensi pasar rakyat bukan hanya sebagai tempat transaksi, tapi juga berperan penting dalam peradaban, aspek sosial budaya, seni, dan kuliner yang menggambarkan ciri khas suatu daerah.

Baca juga: Anggaran Rumah Bersubsidi Tahun Depan Rp9,1 Triliun & Disalurkan 30 Bank

Selama perjalanannya, pasar tradisional memiliki banyak tantangan, termasuk modernisasi dan munculnya pasar online. Kini pasar tradisional perlu beririsan dengan teknologi untuk ambil bagian dalam rantai perdagangan. “Pasar rakyat harus meningkatkan keunggulannya, misal berciri khas sebagai pasar spesialisasi komoditi tertentu. Kita harus siap akan potensi ancaman. Akan mati jika tidak ada payung hukum yang konsisten,” kata Sultan HB X.

Apabila melihat ke bagian dalam Pasar Prawirotaman, seluruh tempat terlihat tertata dan bersih. Setiap kios juga terdapat barcode untuk pembayaran secara online. Asisten Umum Sekretariat Daerah Kota Jogja, Edy Heri Suasana berharap ke depan semua pasar tradisional tertata seperti Pasar Prawirotaman. “Dengan demikian masyarakat semakin akrab dengan pasar modern, pasar tradisional dengan nuansa modern. Apabila melihat di sini [Pasar Prawirotaman] tidak ubahnya seperti mall,” kata Edy di sela-sela acara peresmian Pasar Prawirotaman.

Edy juga sempat mencoba membeli tempe di salah satu kios dan membayar menggunakan uang elektronik. Dia berharap pasar empat lantai ini tetap terjaga kebersihan dan keamanannya. Selain pasar yang menjual berbagai barang di lantai satu sampai tiga, Pasar Prawirotaman lantai empat memiliki ruang untuk ekonomi kreatif.

Baca juga: Epidemiolog Tak Yakin Indonesia Mampu Vaksinasi 16 Juta Orang per Bulan

Ada berbagai fasilitas bagi masyarakat berupa studio foto, musik, podcast, penyuntingan, ruang rapat dan seminar, ruang anak, ruang laktasi dan lainnya. Di bagian luar juga ada ruang untuk berjualan makanan. Di teras samping, ada beberapa kursi dan meja untuk menikmati pemandangan matahari tenggelam.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Bisnis Beringharjo, Sri Riswanti mendedikasikan bangunan lantai 4 Pasar Prawirotaman menjadi tempat untuk berkumpul para pelaku ekonomi kreatif. “Untuk bisa bertemu dan saling bertukar wawasan. Selama ini [pelaku ekonomi kreatif] terkendala dengan regulasi, akses perizinan, keterbatasan waktu, dan akses permodalan,” kata Sri pada Jumat (18/12/2020).

Pembangunan lantai 4 Pasar Prawirotaman ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pemerintahan Presiden Jokowi yang mengutamakan ekonomi kreatif. Dari 17 subsektor yang menjadi sasaran, sebelas di antaranya ada di lantai 4 Pasar Prawirotaman. “Lantai 4 dikhususkan pelayanan industri kreatif. Dari 17 subsektor, di sini ada sebelas subsektor seperti kuliner, musik, seni pertunjukan, kriya, fashion, dan lainnya,” kata Sri.