Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Kegiatan Pengembaraan Akhir Tahun (Barata) bagi anggota Pramuka Penegak tetap digelar di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan Barata ke-35 ini digelar secara virtual pada 19-27 Desember dilanjutkan pengembaraan pada 29-30 Desember di kawasan Shiva Plateu Prambanan.
Sekretaris Kwarcab Sleman Murdiwiyono mengatakan baik panitia maupun peserta diwajibkan membawa surat keterangan rapid test non reaktif. Rapid test bagi peserta akan dilaksanakan Rabu (23/12) di Grha Pramuka, Gawar, Trimulyo dengan biaya ditanggung oleh panitia.
BACA JUGA : Pramuka DIY Turun Tangan Bantu Tanggulangi Covid-19
"Jumlah peserta yang mendaftar pengembaraan sebanyak 24 orang dari 11 ranting, sedangkan kegiatan virtual diikuti 160 orang dari 16 pangkalan SMA/SMK sederajat," katanya Minggu (20/12/2020).
Menurut Murdiwiyono, Barata merupakan salah ikon Kwarcab Sleman. Selain untuk menempa fisik, tujuannya untuk melatih hidup mandiri, dan mengamalkan dasa dharma Pramuka. Upacara pembukaan Barata 2020 akan dilaksanakan pada 28 Desember oleh Bupati selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sleman.
"Peserta dan tamu undangan mengikuti pembukaan secara virtual di rumah masing-masing," ujarnya.
Para peserta, katanya, akan melewati rute di hari pertama mulai dari Candi Banyunibo menuju Candi Barong, Dawangsari, Ijo, beberapa situs kecil di sekitar Shiva Plateu, dan finish di Watu Tapak Camphill Tebing Breksi Prambanan. Hari kedua tanggal 30 Desember, jelajah budaya mengambil rute sekitar Candi Ijo dan Tebing Breksi untuk mendalami situs-situs yang baru ditemukan.
"Total jarak yang ditempuh sejauh 20 km. Dipilih objek candi sebagai rute penjelajahan diharapkan bisa membantu mengungkit perekonomian warga," ungkapnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman Agung Armawanta mengatakan, kegiatan Barata di masa pandemi dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Dia menyontohkan untuk satu tenda hanya diisi satu orang. Agar tidak menimbulkan kerumunan peserta berjalan tidak saling salip-salipan, dan kamar mandi dibuat plot.
"Selain itu tidak ada acara tutup tahun yang sifatnya pesta melainkan hanya digelar hanya virtual. Barata adalah wujud bahwa Pramuka selalu ada dalam kondisi apapun, termasuk saat pandemi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Ekonomi DIY tumbuh 5,75% pada triwulan II 2026, tertinggi di Pulau Jawa. BPS mengungkap sektor pendorong dan BI optimistis tren berlanjut.
Warga Prawirodirjan mengeluhkan bau menyengat dari PT Sinar Obor. DPRD Kota Jogja mengancam merekomendasikan penutupan jika tak ada perbaikan.
Perang Iran dilaporkan menguras stok rudal ATACMS dan PrSM milik AS. Simak perbedaan, kemampuan, dan tantangan produksinya.
DFSK E5 Plus hadir di GIIAS 2026 sebagai SUV PHEV premium dengan jarak tempuh hingga 1.400 km dan telah mengantongi lebih dari 1.100 SPK.
RSUP Dr Sardjito menghentikan stase dokter PPDS EPR usai komentar viral soal pasien BPJS. Rumah sakit menegaskan pasien tersebut bukan pasien Sardjito.