Meski Digelar Virtual, Peserta Barata Wajib Rapid Test

Ilustrasi. - Freepik
21 Desember 2020 06:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kegiatan Pengembaraan Akhir Tahun (Barata) bagi anggota Pramuka Penegak tetap digelar di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan Barata ke-35 ini digelar secara virtual pada 19-27 Desember dilanjutkan pengembaraan pada 29-30 Desember di kawasan Shiva Plateu Prambanan.

Sekretaris Kwarcab Sleman Murdiwiyono mengatakan baik panitia maupun peserta diwajibkan membawa surat keterangan rapid test non reaktif. Rapid test bagi peserta akan dilaksanakan Rabu (23/12) di Grha Pramuka, Gawar, Trimulyo dengan biaya ditanggung oleh panitia.

BACA JUGA : Pramuka DIY Turun Tangan Bantu Tanggulangi Covid-19

"Jumlah peserta yang mendaftar pengembaraan sebanyak 24 orang dari 11 ranting, sedangkan kegiatan virtual diikuti 160 orang dari 16 pangkalan SMA/SMK sederajat," katanya Minggu (20/12/2020).

Menurut Murdiwiyono, Barata merupakan salah ikon Kwarcab Sleman. Selain untuk menempa fisik, tujuannya untuk melatih hidup mandiri, dan mengamalkan dasa dharma Pramuka. Upacara pembukaan Barata 2020 akan dilaksanakan pada 28 Desember oleh Bupati selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sleman.

 "Peserta dan tamu undangan mengikuti pembukaan secara virtual di rumah masing-masing," ujarnya.

Para peserta, katanya, akan melewati rute di hari pertama mulai dari Candi Banyunibo menuju Candi Barong, Dawangsari, Ijo, beberapa situs kecil di sekitar Shiva Plateu, dan finish di Watu Tapak Camphill Tebing Breksi Prambanan. Hari kedua tanggal 30 Desember, jelajah budaya mengambil rute sekitar Candi Ijo dan Tebing Breksi untuk mendalami situs-situs yang baru ditemukan.

"Total jarak yang ditempuh sejauh 20 km. Dipilih objek candi sebagai rute penjelajahan diharapkan bisa membantu mengungkit perekonomian warga," ungkapnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman Agung Armawanta mengatakan, kegiatan Barata di masa pandemi dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Dia menyontohkan untuk satu tenda hanya diisi satu orang. Agar tidak menimbulkan kerumunan peserta berjalan tidak saling salip-salipan, dan kamar mandi dibuat plot.

"Selain itu tidak ada acara tutup tahun yang sifatnya pesta melainkan hanya digelar hanya virtual. Barata adalah wujud bahwa Pramuka selalu ada dalam kondisi apapun, termasuk saat pandemi," katanya.