Rp4,2 Miliar APBD Sleman Terkuras untuk Pembelian Kendaraan Operasional

Ilustrasi APBD. - JIBI
23 Desember 2020 20:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk menunjang kinerja pejabat dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sleman kembali menyerahkan 10 unit kendaraan operasional, Rabu (23/12/2020) di Pendopo Parasamya, Sleman. Tujuannya, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan pemberian kendaraan dinas tersebut tujuannya untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas-tugas pemerintah, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dia berharap kendaraan operasional tersebut dirawat sepenuh hati. "Karena semua kendaraan dinas ini, dan semua fasilitas yang kita terima, pada dasarnya berasal dari masyarakat," jelasnya Sri.

Kepala BKAD Sleman, Haris Sutarta mengatakan kendaraan yang diserah-terimakan terdiri dari berbagai jenis. Di antaranya yaitu Sedan Toyota New Camry type V 2.5 A/T diberikan kepada Bupati Sleman, Sedan Toyota Altis V 1.8 A/T bagi Wakil Bupati Sleman, Mitsubishi Pajero Sport 2,4L Dakkar AT diberikan kepada Sekretariat Daerah (Sekda) Sleman, dan Ambulance untuk SAR DIY.

Selain itu, Toyota Hi Ace Premio untuk Dinkes Sleman sebagai kendaraan operasional penanggulangan Covid-19, Mitsubishi Xpander diberikan kepada Operasional Satpol PP Sleman, Viar Karya 300 diberikan kepada UPT Stadion Maguwoharjo dan Isuzu Pick Up diberikan kepada Kapanewon Depok, Kapanewon Ngaglik, dan Kapanewon Mlati. "Total anggarannya Rp3,32 miliar untuk 10 unit kendaraan operasional ini," kata Haris.

Awal Desember lalu, kata Haris, Pemkab juga menyalurkan 27 sepeda motor Kawasaki KLX 150 G. Sepeda motor tersebut dibagikan masing-masing kepada 17 kapanewon di Sleman. Pemkab juga menyerahkan delapan unit untuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman, 1 unit untuk Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Sleman dan 1 unit untuk Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan.

"Total pengadaan 27 unit kendaraan dinas atau operasional tersebut senilai Rp912 juta. Kami serahkan untuk mendukung operasional masing-masing instansi,” kata Haris.