Protokol Pencegahan Covid-19 Harus Dijalankan dengan Ketat Saat Perayaan Natal

Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun. - Antara
23 Desember 2020 15:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI—Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul mengimbau agar masyarakat menjalankan protokol pencegahan Covid-19 dengan baik saat perayaan Natal.

Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Arif Gunadi, mengingatkan sesuai dengan panduan dari Kementerian Agama, jemaat yang hadir saat Misa Natal, tidak boleh lebih dari sepertiga kapasitas gereja. Hal ini untuk mencegah kerumunan yang berpotensi menyebabkan penularan Covid-19.

“Kami menghimbau kepada pastor romo ataupun pendeta agar mengingatkan umatnya menerapkan protokol kesehatan saat melaksanakan Misa,” ujar Arif, Rabu (23/12/2020).

Dia juga mengatakan pelaksanaan misa secara daring juga dapat menjadi pilihan. Menurutnya perayaan secara virtual akan lebih efisien, juga akan lebih khidmat.

Menurut dia, penerapan protokol Covid-19 secara ketat ini berlaku untuk seluruh kegiatan umat beragama.

Sementara itu Ketua Perayaan Hari Natal Gereja Katolik Santo Petrus Wonosari, Heru Tri mengatakan persiapan di gerejanya sudah 100%. Heru menceritakan, setelah Kemenag Gunungkidul memberikan lampu hijau untuk Misa Natal, gereja lantas mengatur jadwal yang diambil dari umat yang mendaftar pada Minggu (13/12/2020).

Jadwal misa pun telah dibagi sebagai penerapan protokol pencegahan Covid-19. “Ada beberapa misa, tanggal 23 Desember 545 orang, misa tanggal 24 Desember dibagi dua yakni 492 orang dan 439 kemudian tanggal 25 Desember ada 545 orang,” ucap Arif.

Pihaknya juga membatasi per misa hanya 35% dari kapasitas gereja yang muat hingga 2.000 jemaat. Rencananya, misa dilakukan pada Rabu (23/12/2020) pukul 18.00 WIB, Kamis (24/12/2020) pada pukul 18.00 dan 21.00 WIB. Sementara pada Jumat (25/12/2020) pukul 7.30 WIB.