Refleksi Seni DIY, Saatnya Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Dinas Pariwisata DIY menggelar refleksi seni Seribu Batu Songo Langit di Mangunan, Dlingo, Rabu (23/12/2020) malam. - Ist/dok
25 Desember 2020 21:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pariwisata DIY menggelar refleksi seni Seribu Batu Songo Langit di Mangunan, Dlingo, Rabu (23/12/2020) malam.

Kegiatan refleksi digelar tertutup dan tanpa penonton. Langkah ini dilakukan, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Kami sengaja menggelar acara ini secara tertutup tanpa penonton. Kendati demikian, acara ini disiarkan secara visual melalui live streaming melalui Visiting Jogja,” kata operator Seribu Batu Songgo Langit, Aris Purwanto, Kamis (24/12/2020).

Baca juga: Jumlah Umat dalam Perayaan Natal di Gereja Cangkringan Dibatasi

Menurut Aris, meski digelar tanpa penonton dan disiarkan secara virtual, namun kegiatan ini tetap mengedepankan protokol kesehatan. Tidak hanya kesenian berupa tarian yang ditampilkan pada acara tersebut, namun juga band lokal.

“Harapannya lewat kegiatan ini, potensi yang ada di tempat kami bisa diketahui,” lanjut Aris.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menyatakan sudah saatnya masyarakat dan industri pariwisata beradaptasi dengan kebiasaan baru yakni menerapkan protokol kesehatan. Selain menjauhi kerumunan, masyarakat dan pelaku pariwisata juga harus terus membiasakan diri dengan sering mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Baca juga: Jangan Abai, Covid-19 di Indonesia Tidak Pernah Melandai

Adapun kegiatan refleksi seni yang digelar pihaknya kali ini merupakan bentuk kepedulian agar pelaku seni tetap eksis meski di tengah pandemi.

“Pranata Anyar Plesiran Jogja kami harapkan mampu dipatuhi agar semua merasa aman dan nyaman,” katanya. (ADV)