Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Perairan Tanjung Kesirat Gunungkidul
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Calon Bupati Gunungkidul, Sunaryanta saat mencoblos bersama istri di TPS 8 Dusun Kwarasan Wetan, Rabu (9/12/2020). /Istimewa-dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– KPU Gunungkidul belum bisa memastikan waktu penetapan kepala daerah terpilih. Pasalnya, penetapan masih menunggu surat dari Mahkama Konstitusi yang berkaitan dengan sengketa Pilkada 2020.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara pilkada beberapa waktu lalu. Adapun hasilnya, calon nomor urut empat Sunaryanta-Heri Susanto berhasil menjadi pasangan yang meraih dukungan terbanyak dari masyarakat.
Meski demikian, untuk penetapan tidak serta merta bisa dilaksanakan karena masih menunggu surat dari MK. Ia berdalih surat ini untuk memastikan tidak ada gugatan sengketa pilkada yang berasal dari Gunungkidul. “Kami tunggu dan diperkirakan turun di pertengahan Januari,” kata Hani saat dihubungi, Jumat (25/12/2020).
Menurut dia, jika sudah surat tersebut sudah turun dan hasilnya tidak ada gugatan, maka KPU Gunungkidul memiliki waktu maksimal lima hari setelah surat diterima untuk menetapkan pasangan terpilih dari hasil pilkada. Disinggung mengenai adanya potensi gugatan terkait dengan hasil pemilihan, Hani tidak mengungkapkan pasti karena hanya akan mengacu pada informasi resmi dari MK. “Kami tunggu suratnya saja,” katanya.
Ditambahkanya, sambil menunggu surat dari MK KPU Gunungkidul mulai mempersiapkan penyusunan laporan tahapan dalam pilkada. “Kami juga harus membuat laporan terkait dengan penyelenggarakan pilkada dan untuk saat ini sudah mulai dipersiapkan sehingga bisa selesai tepat waktu,” katanya.
Untuk diketahui, potensi gugatan ke MK sangat kecil. Hal ini disebabkan karena selisih suara antara pasangan yang memperoleh dukungan terbanyak kesatu dan kedua lebih dari 2%. Hasil rekapitualasi dari KPU selisih suara antara pasangan Sunaryanta-Heri Susanto (peraih suara terbanyak) dengan Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto mencapai 11.866 suara. Sesuai dengan aturan dalam Undang-Undang Pilkada, untuk bisa mengajukan gugatan ke MK selisihnya tidak boleh lebih dari 1% suara sah dalam pilkada. “Bisa menggugat kalau selisihnya paling banyak 4.703 suara saja, tapi kalau lebih dari itu sesuai aturan tidak bisa,” kata Hani beberapa waktu lalu.
Calon bupati Sutrisna Wibawa mengatakan, pihaknya bisa menerima hasil dari pilkada yang telah diselesaikan oleh KPU. Ia pun mengucapkan selamat kepada buapti terpilih dan semoga amanah dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah membantu dalam upaya pemenangan, meski hasil yang diperoleh belum sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.