DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Wisatawan menikmati pemandangan alam dari atas perbukitan di kawasan Pantai Kesirat, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatatkan adanya kenaikan kunjungan saat libur panjang yang bersamaan dengan perayaan Natal. Meski demikian, jumlah kenaikan tidak begitu signifikan dibandingkan dengan libur panjang sebelumnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan untuk libur kali ini ada peningkatan jumlah kunjungan dibandingkan dengan hari-hari biasa. Hanya saja, apabila dibandingkan dengan tingkat kunjungan di tahun lalu ada penurunan hampir 60%.
Menurut dia, hal ini wajar karena pelaksanaan liburan pada saat sekarang masih belum bisa lepas dari wabah Covid-19 sehingga berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. “Memang ada penurunan. Jangankan dengan Natal tahun lalu, dengan libur bersama di akhir Oktober lalu juga masih kalah,” kata Hary saat dihubungi Harianjogja.com, Minggu (27/12/2020).
Baca juga: 2 Petahana Kades di Bantul Menang, Suami Kalahkan Istri, Bapak Kalahkan Anak
Ia menjelaskan, pada libur di akhir Oktober lalu, destinasi wisata di Gunungkidul ada sekitar 19.000 pengunjung setiap harinya. Sedangkan pada libur lagi ini selama tiga hari penyelenggaraan rata-rata baru sebanyak 12.000 pengunjung setiap harinya. “Memang ada kenaikan tapi tidak signifikan,” katanya.
Disinggung mengenai penyebab berkurangnya tingkat kunjungan, Hary tidak bisa menyebutkan secara pasti. “Mungkin banyak orang yang memilih di rumah saat liburan, tapi kemungkinan juga bisa disebabkan adanya kewajiban rapid antigen sehingga orang membatalkan niatnya untuk berwisata,” ungkapnya.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD DIY Usul pada Gubernur Agar Pertimbangkan PSBB
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan untuk kunjungan wisatawan di kawasan pantai terpantau ramai lancar. menurut dia, penyelenggaraan wisata pada masa pandemi ini, pihaknya ikut membantu pemerintah dalam upaya menegakkan protokol kesehatan.
Secara keseluruhan, Marjono menilai kesadaran masyarakat untuk menaati protokol tersebut semakin baik. Hal ini terlihat dari berkurangnya jumlah pelanggaran yang didata oleh relawan. “Memang masih ada yang melanggar, tapi kami tegur untuk bisa mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan waji menggunakan masker,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
OJK mencatat pembiayaan investasi multifinance turun 5,33% menjadi Rp167,89 triliun pada semester I/2026.
Iran menyatakan Selat Hormuz belum akan dibuka sebelum AS menghentikan ancaman, operasi militer, sanksi, dan blokade laut.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
BPBD Banjarnegara telah menyalurkan 3,19 juta liter air bersih untuk 18.172 jiwa terdampak kekeringan di 21 desa dan enam kelurahan.