Pemkab Sleman Bangun Transfer Depo Sampah di Berbah

Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). Setelah ditutup warga beberapa hari terakhir, kini TPST Piyungan dibuka kembali. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
29 Desember 2020 06:37 WIB Hery Setiawan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman berencana membangun transfer depo sampah di wilayah Kapanewon Berbah. Rencana itu disampaikan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah [UPTD] Pelayanan Persampahan Sleman, Sri Restuti Nur Hidayah. “Kami berencana membangun [depo penampungan sampah] di Berbah,” ujar perempuan yang akrab disapa Tuti itu saat ditemui Harian Jogja di kantornya, belum lama ini.

Transfer depo tersebut, menurut Tuti, hanya untuk tempat transit sampah sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu [TPST] Piyungan, Bantul. Masyarakat, ujarnya tak perlu khawatir oleh bau atau kondisi transfer depo. “Kalau ada sampah langsung masuk ke truk pengangkut. Jadi depo tetap bersih,” ujarnya.

Tuti mengatakan, tonase sampah yang ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup [DLH] Sleman dalam sehari mencapai sekitar 200 ton. Angka itu bukanlah jumlah keseluruhan. Pasalnya, DLH tidak menyediakan tempat penampungan sementara [TPS] untuk pasokan sampah yang dihasilkan rumah tangga ataupun individu. Sebagai gantinya, penyedia jasa angkut yang mengambil peran dengan membawa sampah rumah tangga ke transfer depo milik DLH Sleman. Sampah itu selanjutnya akan bermuara di TPST Piyungan.

Oleh karena itu, sebelum transfer depo beroperasi, maka perlu diperkirakan banyaknya pasokan sampah dari penyedia jasa yang masuk. “Karena itu sangat berpengaruh berapa jumlah armada yang standby di transfer depo. Apakah hanya butuh satu atau bisa dua hari sekali angkut. Kami masih menghitungnya,” ujarnya.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Sleman, Junaidi belum dapat memastikan kapan rencana pembangunan transfer depo di kawasan Berbah dilakukan. Ia juga belum mau memberikan keterangan ihwal lokasi persis pembangunan transfer depo itu. “Soal sarana sampah terkadang membuat warga sensitif,” katanya kepada Harian Jogja, Senin (28/12/2020).

Panewu Berbah, Wildan Solichin mengaku belum mendapat informasi terkait dengan rencana pembangunan transfer depo di wilayahnya. “Saya belum dikasih tahu,” ucapnya.