RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). Setelah ditutup warga beberapa hari terakhir, kini TPST Piyungan dibuka kembali./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Anggota Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin meminta Pemda DIY lebih serius mengurusi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Terlebih, berbagai persoalan terus terjadi dan hingga saat ini belum terselesaikan.
Menurut Amir, sebenarnya warga di sekitar TPST Piyungan sabar dan bisa menerima keberadaan tempat pembuangan sampah tersebut, termasuk dirinya sebagai warga Piyungan. “Tinggal keseriusan dan keberanian Pemda DIY untuk mengelola sampah dengan baik di TPST Piyungan,” kata Amir Syarifudin, Senin (28/12/2020).
Menurut Amir, semestinya pengelolaan sampah TPST Piyungan sudah harus mendatangkan teknologi pengolah sampah supaya sampah tidak hanya diuruk. Terlebih, volume sampah harian di TPST Piyungan mencapai 600 ton. Sementara, kondisi TPST Piyungan sudah kelebihan kapasitas sejak 2016. “Seharusnya sampah diolah bukan hanya ditumpuk dan diuruk,” ucap Amir.
Selain pengadaan teknologi pengolah sampah, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga meminta Pemda DIY untuk membuat program agar pemerintah daerah terutama Bantul, Kota Jogja, dan Sleman membuat depo pengolahan sampah mandiri supaya tidak semua sampah dibuang ke TPST Piyungan.
Dia menilai Pemda DIY memiliki anggaran untuk pengadaan teknologi pengolah sampah dan program depo pengolah sampah di tiap daerah. Hal itu dibuktikan dengan kemampuan Pemda DIY membeli dua hotel di kawasan Malioboro senilai Rp170 miliar plus renovasi senilai Rp50 miliar.
Sementara, anggaran tahun ini untuk perbaikan TPST Piyungan hanya Rp17 miliar yakni untuk pembuatan drainase. “Beli hotel Rp170 miliar mampu, mosok pengolahan sampah hanya Rp17 miliar tidak mampu,” kata Amir.
Lebih lanjut, Amir mengatakan perlu ada koordinasi antara Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY. Sebab, DPUPESDM selama ini yang membangun dermaga dan perbaikan drainase. Sambil menunggu adanya teknologi pengolah sampah, Amir mendorong agar perluasan TPST Piyungan segera direalisasikan pada 2021.
Warga di sekitar TPST Piyungan beberapa kali menutup akses masuk truk pengangkut sampah sehingga sampah menumpuk di daerah. Terdapat sejumlah poin tuntutan warga yakni pembuatan dermaga sampah masuk ke lokasi agar tidak mengganggu aktivitas warga, perbaikan drainase air limbah maupun air hujan, penambahan lampu penerangan jalan, penyemprotan lalat dan pengecekan kesehatan berkala bagi warga sekitar TPST Piyungan, kebersihan jalan, pengurukan lahan yang sudah tidak aktif agar plastik tidak beterbangan ke rumah warga, serta dana kompensasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Pendaftaran bakal calon lurah di 31 kalurahan Gunungkidul dibuka 13-23 Juli 2026. Panitia diminta cermat untuk mencegah sengketa pemilihan.
BMKG menyebut gempa M5,5 di Laut Maluku dipicu subduksi lempeng. Gempa tidak berpotensi tsunami dan belum diikuti gempa susulan.
Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan pada 8 Juli 2026. Pengamanan diperketat, operasional wisata disesuaikan.
Pekerja PLTSa Putri Cempo Solo mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya masuk mesin. Korban telah menjalani operasi dan kini dalam pemulihan.