Kasus Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, Polisi Periksa Bidan
Polresta Sleman masih melakukan analisa dan evaluasi terkait evakuasi 11 bayi dari rumah penitipan di Pakem, Sleman.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Vaksin Covid-19 telah sampai di Pemda DIY. Kendati demikian di daerah, seperti halnya Kota Jogja masih menanti kepastian jumlah kuota vaksin yang bakal diterima masing-masing wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi menyebutkan jika saat ini pihaknya masih melakukan validasi data jumlah tenaga kesehatan tahap pertama yang bakal divaksin. "Ini masih divalidasi [jumlah nakes penerima vaksin]," ujarnya pada Selasa (5/1/2020)
Emma juga mengatakan jika saat ini masih menghitung apakah penerima vaksin nantinya seluruh nakes rumah sakit rujukan atau juga termasuk semua nakes puskesmas. Pihaknya masih menunggu kepastian jumlah kuota vaksin yang bakal diterima Kota Jogja. "Ya ini masih dihitung apakah nakes RS rujukan dan semua Puskesmas. Masih nunggu kuota jumlah vaksin buat Kota Jogja. Nanti kalau sudah ada datanya, saya sampaikan ke Ketua Harian Tim Covid-19," tambahnya.
Baca juga: Langgar Prokes, Kafe dan Warung Burjo di Concat Ditutup Petugas
Sebelumnya Ketua Harian Satgas Penanganam Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi menerangkan jika sebagian tenaga kesehatan sudah dapat sms untuk menyiapkan diri akan memperoleh vaksin. Namun secara rinci menyangkut jumlah dan kapan vaksin akan dilakukan pihaknya masih belum tahu secara pasti. "Jadi awal januari ini memang saya mendengar ada beberapa sms yang sudah mempersiapkan diri, orang-orang yang mendapat sms itu untuk vaksisinasi. Terutama dari tenaga kesehatan. Kita belum tahu kuotanya berapa, kapan mulainya kita belum tahu," tuturnya.
Heroe justru menyoroti salah satu penyokong keberhasilan vaksinasi juga bergantung pada sebaran kasus yang berkembang. Oleh karena itu pihaknya harus sekuat tenaga menurunkan angka sebaran kasus Covid-19.
"Mau tidak mau kita ketika sudah mulai menghadapi vaksinasi kita harus sekuat tenaga untuk menurunkan angka sebarannya, agar proses vaksinasi itu bisa berjalan dengan baik maka harus menekan angka perkembangan pertumbuhan penularan. Kenapa, karena vaksinasi itu mensyaratkan orang harus sehat. Orang yang divaksin adalah orang yang sehat orang yang tidak pernah terkena juga," jelasnya.
Baca juga: Pematokan Tol Jogja-Bawen Dimulai Pekan Ketiga Januari 2021
"Oleh karena itu memang saat ini sedang kita siapkan untuk mencoba mengajak teman-teman UGM dengan GeNose mempercepat proses itu. Kita akan menyiapkan peralatan yang bisa digunakan untuk proses deteksi dengan GeNose. Sehingga nanti kita siapkan peralatan-peralatan yang diperlukan uuntuk mempercepat pemeriksaan massal. Vaksinasi ini akan berhasil kalau kita juga menekan dari sebaran dari kasus ini. GeNose nanti saya belum tahu tentang persisnya, tetapi ini lebih cepat praktis dan juga lebih murah, akurasinya masih bisa kita harapkan," pungasknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih melakukan analisa dan evaluasi terkait evakuasi 11 bayi dari rumah penitipan di Pakem, Sleman.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.