Polda DIY Dalami Dugaan Mafia Tanah di Sleman, Empat Saksi
Polda DIY memeriksa empat saksi dan menyurati BPN dalam penyelidikan dugaan mafia tanah yang menimpa ahli waris Komaridin di Sleman.
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh. Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja masih tetap memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga saat ini. Kendati daerah lain, seperti Sleman sudah memastikan pembelajaran tatap muka akan digelar, Disdikpora Kota Jogja masih akan tetap menggulirkan pembelajaran daring.
Kepastian masih berlangsungnya PJJ di Kota Jogja disampaikan langsung Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Asrori. Dituturkan Budi, keputusan yang diambil sebelumnya telah dikoordinasikan dengan Pemda DIY. "Kami berkoordinasi dengan Pemda DIY terkait ini [pembelajaran tatap muka]," ujarnya pada Selasa (5/1/2020).
Kesehatan dan keselamatan warga sekolah, dari mulai guru, karyawan, siswa hingga orang tua siswa jadi patokan utama dalam menentukan dibuka tidaknya sekolah. Budi menjelaskan, perkembangan pandemi terus diperhatikan karena kesehatan warga sekolah menjadi prioritas.
Baca juga: Peringatan 75 Tahun Jogja Kota Republik Menggugah Semangat Generasi Muda
"Tentu saja dengan memperhatikan perkembangan pandemi. Kesehatan dan keselamatan warga sekolah tetap menjadi prioritas utama. Yang jelas sampai dengan saat ini pembelajaran tetap dilakukan jarak jauh. Bukan masih koordinasi, namun sudah berkoordinasi, hasilnya pembelajaran tetap dilaksanakan jarak jauh," terangnya.
Sejumlah persiapan memang telah dilakukan sekolah-sekolah untuk bersiaga bila sewaktu-waktu pembelajaran tatap muka kembali digelar. Kepala Sekolah SMPN 15 Kota Jogja, Ariana Budiastuti menyebutkan jika pihaknya mengadakan sosialisasi kepada seluruh orang tua murid kelas IX terlebih dahulu.
"Kita dahulukan yang kelas IX karena akan menghadapi ujian sekolah akhir daerah melalui Zoom meeting tentang kegiatan tatap muka tersebut. Kami juga minta izin kepada gugus tugas Kementren setempat (Danurejan) untuk mengadakan kegiatan tatap muka," tuturnya.
Selanjutnya surat izin orangtua untuk pelaksanaan tersebut juga telah disebar pihak sekolah Sekolah tetap memberi pilihan pada orang tua dan anak. Disebutkan Arina,hasil angket pun bervariatif sebagian besar menghendaki masuk dengan prokes ketat. "Prinsipnya meskipun diputuskan sekolah tatap muka tetapi apabila orang tua tidak mengizinkan, sekolah mengizinkan masih dengan sistem PJJ. Kebijakan orang tua kami utamakan," ujarnya.
Baca juga: Pematokan Tol Jogja-Bawen Dimulai Pekan Ketiga Januari 2021
"Sekolah melakukan tatap muka secara bertahap dan melihat kapasitas ruang. MOU pelaksanaan KBM tatap muka ditandatangani oleh ketua komite. Untuk persiapan untuk semester genap ini akan kami laksanakan hal yang sama untuk seluruh siswa SMPN 15 kota Jogja," sebut Arina.
Dari segi infrastruktur Arina menegaskan bahwa pihak sekolah sudah menyiapkan wastafel cuci tangan sekitar 75 titik dengan tiap-tiap kelas tersedia wastafel. Selain itu juga telah disiapkan alat pemeriksa suhu thermogun sebanyak 35 unit ditambah dengan beberapa alat semprot disinfektan serta banner penunjuk ajakan untuk 4M. "Khusus untuk siswa yg diantar agar para pengantar juga melaksanakan prokes. Sekolah akan berupaya sekuat tenaga agar siswa dapat belajar nyaman dan semua tetap sehat," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY memeriksa empat saksi dan menyurati BPN dalam penyelidikan dugaan mafia tanah yang menimpa ahli waris Komaridin di Sleman.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.