Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Kembali Terlihat

Gunung Merapi difoto dari kawasan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DIY, Rabu (18/11/2020). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
06 Januari 2021 20:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Guguran lava pijar kembali teramati di puncak Gunung Merapi pada Selasa (5/1/2020). Pada hari itu, teramati setidaknya empat guguran lava pijar dengan intensitas kecil dan jarak luncur 400 meter ke arah kali Krasak. Sebanyak enam kali suara guguran terdengar.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan berdasarkan laporan pengamatan Gunung Merapi pada Selasa (5/1/2020), guguran lava teramati dari rekaman CCTV pada pukul 18.47 WIB dan 19.11 WIB.

Pada hari yang sama, aktivitas guguran terdengar dari Pos Babadan pada hari yang sama pukul 20.21 dan 22.00 WIB. Kemudian dari Pos Kaliurang, teramati guguran lava pijar dan suara guguran pada pukul 22.37 dan 23.00 WIB.

“Aktivitas guguran di Gunung Merapi terpantau masih tinggi. Pada Selasa [5/1] pada pukul 18.00 hingga 24.00 tercatat terjadi 23 kali gempa gempa guguran dengan amplitude antara 3 hingga 41 mm dan durasi 11 sampai 127 detik,” ujarnya.

Total dari pukul 00.00 sampai 24.00 WIB, tercatat terjadi sebanyak 86 gempa guguran, 230 gempa fase banyak, 57 gempa vulkanik dangkal, satu gempa tektonik dan 53 gempa hembusan. Dalam tiga hari terakhir, tercatat rata-rata laju deformasi EDM Babadan sebesar 10 cm per hari.

Sementara pada periode pengamatan Rabu (6/1/2021) pukul 00.00-18.00 WIB tercatat terjadi 67 gempa guguran, 64 gempa hembusan, 199 gempa fase banyak dan 47 gempa vulkanik dangkal. Antara pukul 00.00-06.00 WIB, teramati dua guguran lava pijar dengan intensitas kecil.

Suara guguran juga terdengar antara pukul 00.00-06.00 WIB dengan intensitas sedang dari Pos Babadan. Dengan aktivitas ini, status Gunung Merapi masih Siaga.