Sempat Ditolak, Kulonprogo Kembali Ajukan Lokasi Pembangunan Asrama Haji

Ilustrasi. - Freepik
06 Januari 2021 10:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pemkab Kulonprogo kembali mengusulkan calon lokasi asrama haji setelah usulan sebelumnya ditolak Pemda DIY.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan pemkab sebelumnya telah mengusulkan empat calon lokasi asrama haji, yaitu di Kalurahan Triharjo, Kapanewon Wates; Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon, serta dua lagi di wilayah Kapanewon Galur dan Lendah. Namun usulan itu tidak ditindaklanjuti oleh Pemda DIY.

BACA JUGA : YIA Jadi Embarkasi Haji, Pemda DIY Cari Lahan untuk

Tidak ditindaklanjutinya usulan itu karena status tanah di empat lokasi tersebut merupakan tanah kas desa. Sementara Pemda DIY menginginkan tanah yang digunakan adalah Sultan Ground. "Gubernur menghendaki asrama haji dibangun di atas tanah kasultanan, bukan tanah kas desa," kata Sutedjo, Rabu (6/1/2021).

Atas hal itu, Pemkab kembali mengajukan usulan baru di empat lokasi yang tanahnya berstatus sultan ground. Empat lokasi tersebut meliputi Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap; Kelurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, serta dua lokasi di wilayah Galur dan Lendah.

Menurut Sutedjo, tim terpadu dari DIY sudah meninjau lokasi yang diajukan pemkab. Dari empat lokasi itu, Hargomulyo jadi yang paling dekat dengan Embarkasi Haji di Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Jaraknya hanya sekitar 2 Km. Sementara tiga lokasi lain berjarak lebih dari 10 Km.

BACA JUGA : Rencana Pembangunan Embarkasi Haji di DIY Belum Jelas

Meski sudah dicek tim terpadu, Pemkab kata Sutedjo belum mendapat keputusan resmi apakah usulan mereka diterima atau tidak. Penentuan lokasi sendiri tak hanya jadi kewenangan Pemda DIY, melainkan juga Kementrian Agama RI.

"Kesimpulan lokasi yang akan dibangun, kami belum mendapat keputusan," kata Sutedjo.

Sementara itu Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati berharap ada kejelasan soal rencana pembangunan asrama haji di Kulonprogo. Menurutnya kehadiran asrama haji cukup strategis bagi perkembangan ekonomi di Bumi Menoreh.

"Harus ada kejelasan, seperti apa perkembangannya, karena ini juga ditunggu-tunggu masyarakat," ucapnya.