Monyet Ekor Panjang Muncul di Hargowilis, BKSDA Ungkap Fakta Ini
BKSDA Yogyakarta mendalami kemunculan Monyet Ekor Panjang di Hargowilis. SM Sermo ditegaskan bukan habitat alami primata tersebut.
Suasana di YIA, Jumat (27/10/2023). Anisatul Umah-Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo akan membuat simulasi sebelum musim haji 2026 dimulai. Simulasi tersebut berkaitan dengan teknis operasional embarkasi haji Kulonprogo. Simulasi diperlukan sebagai upaya persiapan konkret guna menghadapi ribuan jemaah berangkat dari Yogyakarta International Airport (YIA).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Triyono mengatakan, simulasi penting digelar karena embarkasi di Bumi Binangun pertama kalinya hadir pada 2026. Tujuannya agar tidak ada kegagapan ketika embarkasi Kulonprogo beroperasi penuh saat musim haji 2026. "Kami terus mempersiapkan pasca ditetapkan menjadi embarkasi haji, termasuk perlunya simulasi persiapan keberangkatan haji," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (25/11/2025).
Meski demikian pihaknya belum dapat menyampaikan kepastian waktu simulasi karena masih dalam proses pembahasan. Namun ia memastikan simulasi penyelenggaraan embarkasi haji Kulonprogo digelar sebelum memasuki musim haji 2026.
Teknis simulasi akan dibuat layaknya operasional embarkasi haji agar Kulonprogo benar-benar siap untuk memulai pertama kalinya. "Kami sedang cari waktu untuk bahas kapan simulasi embarkasi ini dilakukan. Termasuk akan dibahas teknis simulasinya seperti apa," ungkapnya.
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko menambahkan, sedang membangun kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo. Tujuannya untuk melakukan sinergi pembangunan mengingat ditetapkannya embarkasi haji Kulonprogo merupakan momentum membuka peluang besar bagi kedua wilayah yang berbatasan langsung.
"Penetapan embarkasi harus disikapi dengan kerja sama yang erat terutama dalam mendorong sektor ekonomi," ucapnya.
Ia berharap kolaborasi ini menjadikan produk UMKM dari Kulonprogo dan Purworejo bagian dari pemasok kebutuhan jemaah haji nantinya. Termasuk pemenuhan kebutuhan pengantar jemaah haji yang singgah. "Nanti akan dilakukan kolaborasi UMKM untuk menangkap potensi dari adanya embarkasi," kata Ambar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BKSDA Yogyakarta mendalami kemunculan Monyet Ekor Panjang di Hargowilis. SM Sermo ditegaskan bukan habitat alami primata tersebut.
TNI AU melakukan uji coba terjun payung dari Airbus A400M dalam latihan bersama Angkatan Udara Prancis pada Misi Pegase 2026 di Halim.
Sopir truk kecelakaan maut di Mojosongo Solo ditangkap di Boyolali. Polisi masih memeriksa pengemudi untuk proses penyidikan.
Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 diikuti delapan tim dan menjadi bagian persiapan sepak bola Sleman menuju Porda XVIII DIY 2027.
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.
Wamenaker Afriansyah Noor mengingatkan calon pekerja migran memilih jalur resmi dan menguasai bahasa asing sebelum bekerja ke luar negeri.