Agenda Budaya di Jogja Kedepakan Prokes, Lebih Banyak Virtual

Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun. - Antara
11 Januari 2021 08:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO--Strategi Kundha Kabudayan Kota Jogja di 2021 masih akan fokus pada pagelaran virtual. Berdasarkan evaluasi, pentas daring cukup berhasil menggapai penonton selama pandemi di 2020.

Kepala Kundha Kabudayan, Yetti Martanti menyampaikan beberapa informasi kegiatan yang mengisi Januari akan berkutat pada penyaluran nilai-nilai budaya. Penyampaian nilai-nilai tersebut masih mengandalkan sistem daring agar tetap sesuai protokol kesehatan.

BACA JUGA : Agenda Budaya 2020 Diluncurkan, Segini Jumlah Kegiatan

"Mengisi Januari kan kami banyak informasi terkait nilai-nilai budaya tapi bisa melalui film. Kemudian bisa melalui kegiatan-kegiatan yang kita lalukan melalui kanal Youtube Dinas Kebudayaan," ujarnya pada Minggu (10/1/2021).

Agenda kebudayaan yang sebelumnya dirancang dengan format secara langsung atau tatap muka akan beralih ke media virtual. "Kebetulan itu juga sebenarnya itu kan kita membuatnya di tahun anggaran sebelumnya. Tetapi kemudian kita mengoptimalisasi untuk kemudian mengisi bulan Januari ini dengan kegiatan-kegiatan supaya nilai-nilai budaya tetap tersampaikan dengan baik ke masyarakat," tegasnya.

"Ya kami lebih utamakan daring, virtual akan lebih banyak ke situ karena kondisinya memang masih dalam kaitannya dengan pandemi. Iya, jadi meskipun kita dalam keadaan pembatasan setiap aktivitas, di bidang seni budaya tetapi tetap bagaimana kita mampu memberikan apa, menyosialisasikan atau memberikan edukasi terkait nilai-nilai budaya kepada masyarakat itu tetap berjalan begitu.

BACA JUGA : Soal Agenda Budaya 2020, Disbud DIY: Jumlahnya Tak

Yetti beranggapan tetap diadakannya kegiatan kebudayaan secara virtual juga memberikan wadah pelaku seni untuk tampil. "Memberikan media untuk teman-teman pelaku seni budaya untuk tetap berkarya dan kita tampilkan begitu melalui Youtube di Dinas Kebudayaan," jelasnya

Berdasarkan evaluasi, jumlah penonton tayangan daring meningkat tahun lalu. Dari situ Yetti menyimpulkan jika masyarakat telah banyak mendapatkan informasi secara virtual. "Artinya bahwa memang sudah mulai memahami bahwa memang banyak hal yang kemudian bisa dilakukan melalui media virtual. Artinya masyarakat mendapatkan informasi itu tidak hanya secara langsung tetapi juga melalui media-media virtual," jelasnya.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, Kundha Kabudayan Kota Jogja, Ekwanto, menuturkan jika pengkodisian Malioboro terutama menyangkut prokes masih menjadi target jangka pendek yang bakal dicapai.

BACA JUGA : Agenda Seni Budaya di Gunungkidul Dihentikan Sementara

"Target jangka dekat yang ingin dicapai awal-awal kami tetap mengedepankan Malioboro lebih kondusif dalam artian lebih tertata bersih aman dan nyaman untuk pengunjung dan mengedepankan prokes," ujarnya.

"Tugu sampai Alun-alun Utara strategi prokes selama ini yang kami kedepankan terkait dengan kebersihan tetap kami utamakan. Karena bersih menjadi pandangan mata yang pertama ketika orang datang ke Jogja. Bersih harus menjadi sesuatu yang kami tonjolkan tidak boleh ada sampah-sampah yg menumpuk. Walaupun sedikit tetap harus kami sterilkan," katanya.