Lonjakan Kasus, Pasien Covid-19 di Bantul Mengantre di IGD Tak Dapat Bed

Foto ilustrasi: Penanganan pasien virus Corona. - Reuters
12 Januari 2021 18:27 WIB Hey Setiawan (ST18) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Kapasitas tempat tidur atau bed untuk pasien Covid-19 di RS PKU Bantul penuh. Akibatnya, otoritas rumah sakit sampai menutup layanan Instalasi Gawat Darurat [IGD] sementara waktu, lantaran tingginya lonjakan pasien.

Hal itu disampaikan oleh Manajer Humas dan Pemasaran RS PKU Muhammadiyah Bantul, Wahyu Priyono. Ia mengatakan, sejak Senin (11/1/2020) malam pasien-pasien mengantre untuk mendapatkan tempat tidur. “Kemarin pagi itu pasien tidak mendapatkan tempat tidur,” ujarnya, Selasa (12/1/2021).

Sebagai langkah antisipasi terjadinya penumpukan pasien, pihak rumah sakit pun menutup layanan IGD sementara waktu, mulai Senin (11/1/2021) malam sampai Selasa 14.00 WIB. Setelah ditutup, layanan IGD kembali dibuka karena, menurut perkiraan Wahyu tempat tidur sudah kembali tersedia.

Menurut pengamatan Wahyu, penumpukan itu terjadi seiring dengan datangnya pasien terduga memiliki gejala Covid-19 yang membutuhkan ruang isolasi. Belum lagi ditambah pasien penyakit lain yang jumlahnya juga tak kalah banyak.

BACA JUGA: Warung Lesehan & Angkringan di Jogja Ditemukan Melanggar Aturan Pembatasan, Begini Tindakan Aparat

“Untuk pasien-pasien umum ya juga penuh. Mungkin karena penuhnya karena rutinitas sebelum pandemi Covid – 19 itu juga sudah penuh. Lalu sekarang porsinya [kapasitas tempat tidur] harus dibagi dengan Covid-19 dan non Covid-19,” terangnya.

Pemakaian ruang IGD menjadi opsi karena rumah sakit tak sanggup menyediakan tempat tidur kepada semua pasien yang datang. Itupun kondisinya serba mendesak. “Pasien ditempatkan di IGD dengan tempat tidur yang seharusnya digunakan untuk kedaruratan,” ucap Wahyu.

Untuk melayani pasien terduga Covid – 19, kata Wahyu pihak manajemen sudah menyiapkan 30 % dari total 157 tempat tidur. Pihak manajemen juga terpaksa menggunakan empat dari delapan tempat tidur yang tersedia di ruang IGD. “Yang ekstra saja sudah penuh. Pada intinya kapasitasnya sudah mentok,” tambahnya.