Video Proses Pengantaran Jenazah di Kulonprogo Viral, Ini Kisah di Baliknya...

Video jenazah Covid-19 dibawa ke pemakaman dengan menyeberangi sungai. - Twitter TRC BPBD DIY
14 Januari 2021 13:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebuah video yang menunjukkan sekelompok orang berpakaian hazmat menyeberangi sungai sembari menggotong peti jenazah viral di media sosial.

Video berdurasi 30 detik itu diunggah di Twitter oleh akun TRCBPDBDIY pada Rabu (13/1/2021) sekitar pukul 19.50 WIB. Hingga Kamis (14/1/2021) siang, video itu sudah ditonton 21.000 kali serta disukai 358 pengguna.

BACA JUGA: Perjuangan Petugas Angkat Peti Menyeberang Sungai Saat Pemakaman Prosedur Covid-19 di Kalibawang

Video itu menunjukkan sembilan orang berpakaian APD lengkap sedang menggotong peti jenazah. Mereka terlihat berusaha payah menyeberangi sungai yang memiliki arus cukup deras. Di akhir video, orang-orang tersebut berhasil melewati sungai.

TRCBPBDDIY menerangkan video ini diambil di wilayah Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo. Orang-orang berpakaian hazmat dalam video tersebut merupakan relawan Satgas Penanganan Covid-19 Banjaroya. Mereka sedang mengantarkan jenazah pasien Covid-19 ke pemakaman yang terletak di Dusun Pantog Kulon, kalurahan setempat.

"Laporan pendampingan rekan TRC BPBD Kulonprogo Rabu (13/1/2021) pukul 13.00 WIB giat dukungan pemakaman prosedur Covid-19 oleh Satgas Penanggulangan Covid-19 Kalurahan Banjaroya, dari RS Sarjito menuju pemakaman Padukuhan Pantog Kidul, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo," tulis akun TRCBPDBDIY.

Baca juga: Perjuangan Petugas Angkat Peti Menyeberang Sungai Saat Pemakaman Prosedur Covid-19 di Kalibawang

Koordinator Relawan Pemakaman Covid-19 Banjaroya, Azhari Hidayat, membenarkan orang-orang dalam video viral itu merupakan tim sukarelawan satgas Covid-19 Banjaroya. Ia mengatakan, saat itu tim sedang mengantar jenazah warga setempat menuju permakaman di wilayah Dusun Pantog Wetan, Banjaroya.

"Iya itu tim relawan dari satgas desa, waktu itu kami sedang mengantarkan jenazah Covid-19, dan sesuai permintaan pihak keluarga, jenazah dimakamkan di lokasi yang memang rutenya lewat sungai," kata Azhari saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/1/2021) siang.

Warga yang meninggal itu sebelumnya menjalani perawatan di RSUP Dr. Sardjito karena terkait Covid-19, sehingga pemakaman menyesuaikan prosedur pemakaman Covid-19. Kabar duka itu diterima Azhari pada Selasa (12/1/2021) sekitar pukul 22.00 WIB. Pemakaman waktu itu direncanakan pada Rabu pagi, tetapi mundur siang hari.

"Berhubung lokasi makam sulit dan kontur tanah di sana juga keras jadi pembuatan liang lahat baru selesai sekitar pukul 12.00 WIB, sehingga proses pemakaman mundur dari jadwal," ujar Azhari.

Sebelum memulai pemakaman, Azhari terlebih dulu mengumpulkan warga sekitar untuk membentuk tim pemakaman pada Rabu pagi. Tim ini berisikan 10 warga setempat dan satu orang dari satgas desa. Tim juga berkoordinasi dengan BPBD Kulonprogo dan sukarelawan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk melakukan pendampingan.

Baca juga: Perolehan Dana Tinggi, Transfusi Darah Menurun

"Setelah koordinasi, kami memulai pemakaman itu dengan melewati jalur yang sulit, terjal dan licin," ucapnya.

Azhari mengatakan jalur yang melewati sungai dipilih karena berbagai pertimbangan. Pertama jaraknya jauh lebih dekat dibandingkan dua jalur lain. Ia menyebut jika melewati jalur itu tim hanya akan menempuh jarak paling jauh 300 meter. Dua jalur lain, bisa mencapai setidaknya 3 km.

Kedua persoalan medan. Menurut Azhari dibandingkan dua jalur lain, jalur yang melintasi sungai jauh lebih sedikit rintangan. "Kalau dua jalur lain itu selain karena jaraknya jauh medannya juga sulit, bahkan harus lewat tebing, dan itu belum tentu bisa langsung sampai malam, perlu muter lagi cukup jauh, nah kalau yang jalur sungai selain dekat, rintangannya juga sedikit dan itu juga biasa dijadikan warga sekitar sebagai akses untuk mencari rumput," kata dia.

Pertimbangan ketiga karena setiap ada warga sekitar yang meninggal dan hendak dimakamkan di makam itu, warga biasa mengantarkan jenazahnya melintasi jalur tersebut. "Jadi ini bukan kali pertama aja ya, sebelumnya sudah sering kok," ucapnya.

BACA JUGA: Lurah Positif, Kantor Kalurahan Timbulharjo Ditutup Dua Hari

Terpisah, Penanggung Jawab Posko Dekontaminasi dan Giat Pemakaman Satgas Covid-19 BPBD Kulonprogo, Edy Haryanto, mengatakan pemakaman di Banjaroya dilakukan oleh satgas tingkat kalurahan. Jawatannya sebatas mendampingi

"Pendampingan dari BPBD Kulonprogo, kemudian petugasnya adalah satgas desa karena mulai bulan ini kami sudah berdayakan gugus tugas desa agar bisa melakukan pemakaman prosedur Covid-19 secara mandiri akan tapi tetapi tetap ada pendampingan dari kami," ujarnya.

Pemakaman warga yang meninggal di kelurahan itu memang melewati sungai. Medannya juga cukup sulit. Namun hal itu bukan tanpa sebab. "Ya mau tak mau karena itu sudah jadi keputusan keluarga yang meninggal untuk memakamkan di situ, jadinya kita harus turuti permintaan itu," ucapnya.

Meski begitu, Edy memastikan proses pemakaman itu berjalan lancar. Seluruh tim yang bertugas diberikan keselamatan hingga selesai prosesi. "Alhamdulillah semua diberikan kelancaran dan keselamatan," kata dia.