Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Ini Persiapan BPBD Gunungkidul

Aktivitas penyedotan air di Telaga di Dusun Nglindur Kulon, Desa Nglindur, Girisubo, Minggu (8/3/2020). Penyedotan dilakukan agar debit air surut sehingga tidak menggenangi rumah penduduk. - Istimewa/ Dokumen Kecamatan Girisubo
15 Januari 2021 09:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, pihaknya siap menghadapi potensi bencana saat memasuki musim hujan. Selain menyiagakan personel dan peralatan, koordinasi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana juga terus ditingkatkan.

“Pertama-tama kami siapkan personel dan peralatannya. Untuk kemudian upaya komunikasi dari BPBD, pusdalops hingga relawan FPBR terus dilakukan sehingga saat dibutuhkan langsung bisa meluncur ke lokasi,” katanya, Kamis (15/1/2021).

BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Termasuk di Jogja, BMKG Ingatkan Potensi

Menurut dia, koordinasi dan komunikasi ini memiliki peran yang sentral dalam upaya kesiapsiagaan maupun penaganan saat terjadi bencana. Selain itu, upaya mitigasi bencana juga terus dilakukan dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat atau melalui relawan desa tangguh bencana di sejumlah kalurahan.

“Yang bisa dilakukan adalah dengan antisipasi karena kita tidak tahu kapan akan terjadi bencana. Diharapkan dengan mitigasi ini, maka dampak saat terjadi bencana dapat ditekan,” katanya.

Kewaspadaan terhadap potensi bencana juga bisa dilihat dari lingkungan sekitar. Sebagai contoh, pada saat terjadi hujan deras dengan durasi yang lama, maka warga yang tinggal di daerah rawan longsor harus waspada akan bencana. “Kalau perlu untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.

BACA JUGA : Ini Bencana Hidrometeorologi yang Paling Dikhawatirkan Sultan

Hal yang sama juga diperlukan untuk menghadapi banjir maupun angin kencang. Masyarakat bisa melakukan antisipasi dengan membersihkan lingkungan sekitar seperti meangkas dahan pohon yang sudah rindang hingga membersihkan saluran yang berpotensi mengganggu kelancaran aliran air.

“Untuk kewaspadaan, selain terus melakukan sosialisasi. Kami, juga terus mengupayakan membentuk desa tangguh bencana. Diharapkan adanya mitigasi ini, maka dampak dari bencana bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.