Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Ilustrasi. /REUTERS-Rahel Patrasso
Harianjogja.com, JOGJA-- Pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di DIY semakin mengkhawatirkan. Makin banyaknya jumlah pasien yang dirawat, harus disertai dengan penambahan jumlah tenaga kesehatan dan bed atau tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di DIY.
Seruan segera ditambahnya tenaga kesehatan untuk menangani pasien Covid-19 disampaikan Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana. Huda menilai kapasitas rumah sakit dan tenaga kesehatan dalam kondisi kritis saat ini, di mana antrean pasien Covid-19 membeludak hingga banyak pasien yang tidak dapat tertampung di rumah sakit maupun di layanan kesehatan lainnya.
"Saat ini sangat perlu untuk segera melakukan rekrutmen ulang tenaga kesehatan, guna menambah kapasitas pelayanan Covid-19 di berbagai rumah sakit di DIY," jelasnya pada Minggu (17/1/2021).
Kondisi tenaga kesehatan yang bertugas menangani Covid-19 jadi perhatian Huda. Dituturkan Huda tenaga kesehatan yang bertugas saat ini kondisinya begitu memprihatinkan. Mulai dari kelelahan dan mengalami tekanan yang luar biasa.
"Pasien yang membeludak akibat penambahan kasus harian yang sangat tinggi membuat rekan-rekan tenaga kesehatan terporsir. Ruang rumah sakit masih banyak, tapi tenaga kesehatan tidak cukup. Dalam kondisi tertekan, saya khawatir banyak nakes yang berisiko tertular dan terpaksa non-aktif beberapa saat," tukasnya.
BACA JUGA: Rumah Rusak Akibat Gempa di Sulbar Bakal Dibantu Rp10 juta hingga Rp50 Juta
"Rekrutmen nakes sangat urgen dan sesegera mungkin harus dilakukan oleh dinas kesehatan. Tolong diberikan insentif dan jaminan keamanan yang selayak-layaknya. Pekerjaan ini berisiko tapi harus dilakukan," tandas Huda.
Huda memahami jika rekrutmen nakes tidak mudah saat ini. Diceritakan Huda, beberapa waktu lalu dibuka lowongan 200 nakes tapi pendaftarnya hanya sekitar 80 orang. Dari jumlah tersebut pun hanya 26 orang yang memenuhi kriteria. "Sebagian besar karena tidak diizinkan keluarga. Meskipun demikian tetap harus direkrut demi keselamatan warga DIY yang terkena covid 19. Apalagi menteri kesehatan sudah menurunkan standar, boleh rekrut yang belum bersertifikat karena darurat," tegasnya.
"Tolong jangan takut anggaran, jika kurang silakan gunakan tambahan Biaya Tidak Terduga (BTT). Jika masih juga kurang silakan lakukan relokasi anggaran lagi, intinya warga DIY semaksimal mungkin harus tertangani jika memerlukan perawatan kesehatan. Sekarang ini jika terkena Covid19 dan bergejala sangat beruntung jika mendapatkan bisa perawatan," tutur Huda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Sekjen Gerindra Sugiono mengumpulkan sekjen parpol KIM di Jakarta untuk memperkuat komunikasi politik dan refleksi pemerintahan Prabowo.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.