DPRD DIY: Nakes Perawat Pasien Covid-19 di Jogja Sudah Kelelahan

Ilustrasi. - REUTERS/Rahel Patrasso
17 Januari 2021 18:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di DIY semakin mengkhawatirkan. Makin banyaknya jumlah pasien yang dirawat, harus disertai dengan penambahan jumlah tenaga kesehatan dan bed atau tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di DIY.

Seruan segera ditambahnya tenaga kesehatan untuk menangani pasien Covid-19 disampaikan Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana. Huda menilai kapasitas rumah sakit dan tenaga kesehatan dalam kondisi kritis saat ini, di mana antrean pasien Covid-19 membeludak hingga banyak pasien yang tidak dapat tertampung di rumah sakit maupun di layanan kesehatan lainnya.

"Saat ini sangat perlu untuk segera melakukan rekrutmen ulang tenaga kesehatan, guna menambah kapasitas pelayanan Covid-19 di berbagai rumah sakit di DIY," jelasnya pada Minggu (17/1/2021).

Kondisi tenaga kesehatan yang bertugas menangani Covid-19 jadi perhatian Huda. Dituturkan Huda tenaga kesehatan yang bertugas saat ini kondisinya begitu memprihatinkan. Mulai dari kelelahan dan mengalami tekanan yang luar biasa.

"Pasien yang membeludak akibat penambahan kasus harian yang sangat tinggi membuat rekan-rekan tenaga kesehatan terporsir. Ruang rumah sakit masih banyak, tapi tenaga kesehatan tidak cukup. Dalam kondisi tertekan, saya khawatir banyak nakes yang berisiko tertular dan terpaksa non-aktif beberapa saat," tukasnya.

BACA JUGA: Rumah Rusak Akibat Gempa di Sulbar Bakal Dibantu Rp10 juta hingga Rp50 Juta

"Rekrutmen nakes sangat urgen dan sesegera mungkin harus dilakukan oleh dinas kesehatan. Tolong diberikan insentif dan jaminan keamanan yang selayak-layaknya. Pekerjaan ini berisiko tapi harus dilakukan," tandas Huda.

Huda memahami jika rekrutmen nakes tidak mudah saat ini. Diceritakan Huda, beberapa waktu lalu dibuka lowongan 200 nakes tapi pendaftarnya hanya sekitar 80 orang. Dari jumlah tersebut pun hanya 26 orang yang memenuhi kriteria. "Sebagian besar karena tidak diizinkan keluarga. Meskipun demikian tetap harus direkrut demi keselamatan warga DIY yang terkena covid 19. Apalagi menteri kesehatan sudah menurunkan standar, boleh rekrut yang belum bersertifikat karena darurat," tegasnya.

"Tolong jangan takut anggaran, jika kurang silakan gunakan tambahan Biaya Tidak Terduga (BTT). Jika masih juga kurang silakan lakukan relokasi anggaran lagi, intinya warga DIY semaksimal mungkin harus tertangani jika memerlukan perawatan kesehatan. Sekarang ini jika terkena Covid19 dan bergejala sangat beruntung jika mendapatkan bisa perawatan," tutur Huda.