Advertisement
Berjibaku Melawan Covid-19, RS Swasta di Jogja Butuh Bantuan Peralatan dari Pemerintah
Foto ilustrasi. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Rumah sakit swasta yang menjadi rujukan pasien Covid-19 membutuhkan bantuan dari pemerintah. Berbagai perlengkapan dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 yang masih fluktuatif.
Kepala Bagian Humas dan Marketing RS Bethesda, Adhiyanto Priambodo menjelaskan kemampuan ruang penanganan Covid-19 di RS Bethesda mencapai 39 bed untuk pasien dewasa. Jumlah tersebut ditambah dengan IGD yang juga digunakan sementara mengantre beberapa pasien Covid-19 sampai mendapatkan ruang. "Kalau kemampuan ruangan perawatan pasien Covid-19 ada 39 ruangan pasien dewasa. IGD ada 19 kamar," jelasnya pasa Selasa (19/1/2021).
Advertisement
Diteruskan Adhiyanto situasi saat ini menyebabkan ruangan rawat inap isolasi Covid-19 di RS Bethesda penuh. Selain itu di IGD juga masih ada antrean pasien yang belum bisa masuk ruangan. "Ini menyebabkan load pekerjaan petugas rumah sakit menjadi tinggi," tuturnya.
"Peningkatan jumlah pasien akan meningkatkan jumlah kebutuhan alat bantu pernapasan. Karena jumlah yang ada tidak seimbang dengan penambahan jumlah pasien. Sehingga penggunaannya harus antri. Load kerja yang tinggi ini akan otomatis meningkatkan kebutuhan logistik untuk keamanan petugas," jelas Adhiyanto.
Oleh karena itu menurut Adhiyanto rumah sakit memerlukan sejumlah bantuan seperti berbagai APD, mulai dari hazmat standar, masker bedah, shoes cover, masker N95, baju kerja area covid, dan apron plastik. Selain itu diperlukan pula bantuan nutrisi terutama susu dan multivitamin.
Dari peralatan lainnya rumah sakit juga membutuhkam bantuan alat HNFC dan dukungan portable HEPA Filter serta sarana pendukukung ruang bertekanan negatif. Sejumlah bantuan dari pemerintah diakui Adhiyanto memang telah sampai di rumah sakit. "Yang terbaru bantuan ventilator dari BNPB," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BBM Terancam Mahal, Prabowo Kaji Kebijakan WFH dan Pangkas Hari Kerja
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Gusti Putri Dorong Solidaritas Perempuan DIY Lewat Agenda Mbok Mlayu
- Mudik Kulonprogo 2026: BPBD Ingatkan Jalur Longsor dan Cuaca Ekstrem
- Sleman Siapkan Rp30 Miliar Bangun Gedung Baru Perpustakaan Daerah
- Lurah Bohol Gunungkidul Divonis 1 Tahun Penjara Kasus Korupsi APBKal
- Kebakaran Bank BPD DIY KCP Wirobrajan, Dana dan Data Nasabah Aman
Advertisement
Advertisement








