Aliran Air Bersih Belum Lancar, Warga Kaliurang Masih Butuh Dropping Air

Ilustrasi. - Reuters/Mike Hutchings
19 Januari 2021 07:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sebanyak 300 kepala keluarga (KK) yang berada di Kaliurang Barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman, harus merasakan dampak kekurangan air bersih. Kondisi itu terpaksa dirasakan setelah material Gunung Merapi berupa luncuran banjir lahar hujan yang melewati Kali Boyong pada Rabu (6/1/2021) lalu sempat memutuskan saluran pipa air bersih milik pengelola air minum desa (PAMDES) milik desa Purwobinangun, Pakem, Sleman.

Camat Pakem Suyanto mengatakan jika warga yang terdampak rusaknya aliran pipa milik PAMDES, Purwobinangun, Pakem, Sleman, akhirnya mengandalkan dropping air yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Sleman.

"Surang lebih 300 Kepala Keluarga (KK) yang ada di 6 RT di Dusun Kaliurang Barat terdampak dan harus mendapatkan dropping air bersih. Meliputi RT 3, 4, 5, 6, 7, 8," ujar Suyanto saat dikonfirmasi pada Senin (18/1/2021).

Baca juga: Soal RS Rujukan Covid-19 di Jogja Penuh, Begini Jawaban Sultan

Lebih lanjut, Suyanto mengatakan jika saluran pipa air bersih milik pengelola air minum desa (PAMDES) milik desa Purwobinangun, Pakem, Sleman, yang sempat rusak imbas dari terkena luncuran banjir lahar hujan Gunung Merapi sudah dilakukan perbaikan. Perbaikan sendiri sudah dilakukan sejak pekan lalu.

"Dropping air masih berlangsung hingga saat ini sejak pertama kali dilakukan pada Kamis (7/1/2021). Air digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat, bukam untuk ternak. Meskipun perbaikan sudah dilakukan dropping air tetap dilaksanakan sampai aliran air benar-benar sudah lancar," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan mengatakan jika setiap hari ada empat tanki air yang didistribusikan ke wilayah terdampak, yakni di Kaliurang Barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman. "Dropping akan terus dilakukan sampai perbaikan pipa selesai sembari masih memungkinkan melihat kondisi gunung," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, material Gunung Merapi berupa luncuran banjir lahar hujan yang melewati Kali Boyong pada Rabu (6/1/2021) sore sempat memutuskan saluran pipa air bersih milik pengelola air minum desa (PAMDES) milik desa Purwobinangun, Pakem, Sleman.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan jika pihaknya masih berkoordinasi dengan pengelola PAMDES terkait dengan kerusakan pipa yang mengakibatkan terganggunya suplai air bersih ke sejumlah wilayah. Diantaranya, Dusun Turgo, Kemiri, dan Tritis yang masuk wilayah desa Pakembinangun, Pakem, Sleman.

Baca juga: Kunjungan Wisata ke Gunungkidul Anjlok setelah Kebijakan Pembatasan

"Untuk suplai air memang ada jalur pipa milik PAMDES Purwobinangun, Pakem, Sleman yang terputus. Untuk penanganannya masih dikoordinasikan karena pipa ini milik PAMDES. Sementara kebutuhan air warga di Turgo, Kemiri, dan Tritis apabila kekurangan air nanti akan disuplai melalui tanki milik BPBD Sleman," ujar Joko Lelono saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Penyebab rusaknya pipa PAMDES Purwobinangun, Pakem, Sleman sendiri diakibatkan oleh luncuran material Gunung Merapi berupa banjir lahar hujan yang melewati Kali Boyong pada Rabu (6/1/2021) dengan ketebalan mencapai dua meter.

"Ya betul [kerusakan pipa buka karena lava pijar] akan tetapi karena banjir lahar hujan. Perbaikannya nunggu koordinasi dengan pengelola di PAMDES. BPBD nanti hanya support daerah yang kekurangan air. Kalau di PAMDES minta bantuan ke BPDB nanti akan dialokasikan dana untuk perbaikan pipa di Turgo," terang Joko.