PSS Sleman Kalah Dua Kali, Bupati Harda Minta Manajemen Segera Berbenah
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
foto ilustrasi (JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Penataan kawasan kumuh kembali digulirkan di 2021. Sejumlah titik dipastikan bakal alami penataan dengan sokongan dana dari APBN dan APBD Kota Jogja. Kepastian akan bergulirnya proyek diutarakan oleh Kepala Bidang Perumahan Permukiman dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Sigit Setiawan.
Dijelaskan Sigit kendati bergulir beberapa proyek alami penyesuaian sehingga baru akan dikerjakan sebagian belum bisa tuntas. "Ya Warungboto yang seharusnya butuh dana sekitar Rp4 miliar itu baru ada Rp1,8 miliar. Kalau Gunungketur lebih ke sarpras jalan lingkungan dan sebagainya itu kan tidak telalu parah," jelasnya pada Minggu (17/1/2021).
BACA JUGA : Kawasan Kumuh di Kota Jogja Dibereskan Tahun Ini
Sementara itu lokasi lain yang bakal ditata lainnya yakni di Kalurahan Klitren. Dijelaskan Sigit, ada dua RW yang bakal alami penataan. Pertama RW 1 kedepannya akan ditata sanitasinya, dikarenakan penataan tepi sungainya sudah selesai.
"Rumah yang tengah limbahnya masih masuk selokan yang ada di tengah itu. Nanti ditata sanitasinya dengan bangunan IPAL," tuturnya.
"Kemudian yang paket lainnya di RW 3 itu dari Jl. Kusbini sampai masjid. Klitren ya dua RW itu, harusnya sampai RW 5, cuma bertahap. Hanya empat itu yang bakal digarap, empay pakat paket tiga Kalurahan," imbuh Sigit.
Sementara itu, dari kucuran dana APBN, Sigit menyebutkan jika tahun ini ada proyek peningkatan kualitas permukiman Sungai Code. "Itu ada di Gowongan, terus di Terban RT 1 sama Surakarsan yang sekarang baru lelang juga. Kalau itu pakai APBN Rp18 miliar. Artinya usulan tetap sesuai dengan yang diajukam akhir tahun tetap disetujui semua, cuma dari nilai PAGU-nya tidak bisa full," tandasnya.
BACA JUGA : Kumuh dan Becek, Pasar Terban Perlu Direvitalisasi
Berdasarkan data yang ada kawasan kumuh yang bakal ditata sepanjang tahun ini mencapai luasan 10,63 hektare.
"Beberapa lokasi yang menjadi target memang ada RT atau RW yang sebenarnya sudah memenuhi skor sebagai kawasan tidak kumuh. Tetapi [kawasan tersebut] masih masuk dalam bagian penanganan untuk menuntaskan penataan, terutama masalah sanitasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.
Danantara membuka opsi mengembangkan perusahaan tekstil yang sudah ada, dengan mempertimbangkan mesin, teknologi, lapangan kerja, dan return investasi.