Ini Kawasan Kumuh Kota Jogja yang Bakal Ditata di 2021

foto ilustrasi (JIBI - Solopos)
20 Januari 2021 11:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO - Penataan kawasan kumuh kembali digulirkan di 2021. Sejumlah titik dipastikan bakal alami penataan dengan sokongan dana dari APBN dan APBD Kota Jogja. Kepastian akan bergulirnya proyek diutarakan oleh Kepala Bidang Perumahan Permukiman dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Sigit Setiawan.

Dijelaskan Sigit kendati bergulir beberapa proyek alami penyesuaian sehingga baru akan dikerjakan sebagian belum bisa tuntas. "Ya Warungboto yang seharusnya butuh dana sekitar Rp4 miliar itu baru ada Rp1,8 miliar. Kalau Gunungketur lebih ke sarpras jalan lingkungan dan sebagainya itu kan tidak telalu parah," jelasnya pada Minggu (17/1/2021).

BACA JUGA : Kawasan Kumuh di Kota Jogja Dibereskan Tahun Ini 

Sementara itu lokasi lain yang bakal ditata lainnya yakni di Kalurahan Klitren. Dijelaskan Sigit, ada dua RW yang bakal alami penataan. Pertama RW 1 kedepannya akan ditata sanitasinya, dikarenakan penataan tepi sungainya sudah selesai.

"Rumah yang tengah limbahnya masih masuk selokan yang ada di tengah itu. Nanti ditata sanitasinya dengan bangunan IPAL," tuturnya.

"Kemudian yang paket lainnya di RW 3 itu dari Jl. Kusbini sampai masjid. Klitren ya dua RW itu, harusnya sampai RW 5, cuma bertahap. Hanya empat itu yang bakal digarap, empay pakat paket tiga Kalurahan," imbuh Sigit.

Sementara itu, dari kucuran dana APBN, Sigit menyebutkan jika tahun ini ada proyek peningkatan kualitas permukiman Sungai Code. "Itu ada di Gowongan, terus di Terban RT 1 sama Surakarsan yang sekarang baru lelang juga. Kalau itu pakai APBN Rp18 miliar. Artinya usulan tetap sesuai dengan yang diajukam akhir tahun tetap disetujui semua, cuma dari nilai PAGU-nya tidak bisa full," tandasnya.

BACA JUGA : Kumuh dan Becek, Pasar Terban Perlu Direvitalisasi 

Berdasarkan data yang ada kawasan kumuh yang bakal ditata sepanjang tahun ini mencapai luasan 10,63 hektare.

"Beberapa lokasi yang menjadi target memang ada RT atau RW yang sebenarnya sudah memenuhi skor sebagai kawasan tidak kumuh. Tetapi [kawasan tersebut] masih masuk dalam bagian penanganan untuk menuntaskan penataan, terutama masalah sanitasi," katanya.