Rumah Potong Ayam di Sleman Terpapar Corona, Ratusan Orang Terinfeksi

Ilustrasi. - Freepik
20 Januari 2021 17:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sebuah rumah potong ayam (RPA) berskala besar di Kabupaten Sleman menjadi klaster baru penularan Covid-19 setelah seorang karyawannya merasakan gejala Covid-19 dan menulari ratusan karyawan lainnya.

"Kalau mau disebut klaster ya sudah ya, karena kan sudah ada penularan setempat. Pertama kan satu orang kemudian ada banyak orang yang ketularan. Itu sudah bisa disebut klaster. Walaupun baru swab antigen," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo saat diwawancarai pada Rabu (20/1/2021).

BACA JUGA: 13 Warga Jogja Meninggal Dalam Sehari, 287 Positif Covid-19

Joko mengatakan, awal mula munculnya klaster baru penularan Covid-19 di sebuah rumah potong ayam berskala besar dari seorang karyawan yang merasakan gejala Covid-19. Di antaranya, gejala demam tinggi dan hilang indera pembau.

"Kemudian, karyawan ini swab mandiri. Ternyata setelah dilakukan swab antigen hasilnya positif," ujar Joko.

Pimpinan perusahaan, lanjut Joko, bertindak cepat dengan segera melaksanakan pemeriksaan kepada seluruh karyawan yang berada dalam satu ruangan dengan karyawan positif Covid-19 setelah melakukan uji swab antigen secara mandiri pada Jumat (15/1/2021).

"Sebanyak 60 karyawan yang berada dalam satu ruangan dengan karyawan yang positif setelah melakukan uji swab antigen secara mandiri difasilitasi untuk dilakukan swab antigen oleh pimpinannya pada Sabtu (16/1/2021). Hasilnya 34 orang dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan swab antigen," sambung Joko.

Perusahaan, lanjut Joko, akhirnya mengambil keputusan untuk melakukan tes swab antigen kepada seluruh karyawan dengan total sekitar 414 orang pada Minggu (17/1/2021). Setelah dilakukan tes swab antigen, 102 orang dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan swab antigen.

"Tapi ya itu swab antigen ya, artinya di datanya Kemenkes RI atau provinsi belum masuk. Tapi kalau di datanya Sleman Covid-19 Tracer itu masuk, walaupun datanya dipisahkan ya. Nah di data harian laporan Covid-19 Sleman itu memang tidak masuk angkanya," sambung Joko.

Lebih lanjut, saat ini seluruh karyawan yang dinyatakan positif tengah melakukan isolasi mandiri. Upaya swab PCR juga tidak dilakukan kepada karyawan yang dinyatakan positif setelah dilakukan swab antigen. Pasalnya, karyawan yang positif hanya merasakan gejala ringan.

"Jadi tidak dilakukan PCR, namun melakukan upaya isolasi mandiri. Rapid antigen itu perlakuannya kalau positif sama seperti pasien PCR positif. Pasien positif harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, tempatnya juga harus di lockdown minimal tiga hari. Itu tetap harus diterapkan. Kalau gejala berat harus dilakukan PCR, kebetulan kemarin gejala ringan semua," terangnya.

Joko belum bisa memberikan informasi mengenai sumber penularan virus dari karyawan pertama yang terpapar Covid-19. Pasalnya, pihaknya saat ini cukup kesulitan dalam melakukan upaya penelusuran sumber virus.

"Saran kita itu RPA ditutup tiga sampai lima hari. Padahal tutupnya itu sudah sejak tanggal 16. Dikarenakan RPA mengikuti anjuran kita, makanya masih tutup sampai hari ini," pungkas Joko.