Kemenhub Prediksi Penumpang KRL Jogja-Solo Capai 6 Juta Orang di 2021

KRL Jogja-Solo saat melakukan perjalanan, Rabu (20/1/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati.
21 Januari 2021 08:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Perhubungan mengungkap keberadaan Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja-Solo sangat dibutuhkan. Karena berdasarkan hasil studi kelayakan diperkirakan aka nada 6 juta penumpang selama 2021.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Zulfikri mengatakan pengoperasian KRL Jogja Solo tersebut tidak lepas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA : Ingin Naik KRL Jogja–Solo? Ini Cara Beli Tiketnya

“Hasil studi kelayakan pembangunan didapati peningkatan potensi penumpang sangat signifikan, data menunjukan prediksi 2021 akan ada 6 juta penumpang dalam satu tahun. Pada 2035 ada bangkitan-bangkitan baru dengan pelayanan yang semakin tinggi 29 juta penumpang yang diangkut menggunakan jalur angkutan masal di Jogja-Solo,” ujar Zulfikri Selasa (19/1/2021).

Mengacu data tersebut KRL, kata dia, perlu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan permintaan. Pertimbangan lainnya di koridor aglomerasi ada objek wisata yang tersebar, sehingga perlu transportasi pendukung. “Dengan dukungan transportasi umum masal dan ramah lingkungan. Memudahkan mobilitas dan mendukung pemulihan ekonomi,” ucapnya.

KRL ini memiliki kapasitas yang lebih tinggi dari prameks saat ini. Saat operasi komersial Jogja-Solo akan melayani penumpang Prameks yang selama ini, menampung bangkitan baru dengan layanan yang semakin baik. Tahap awal akan tetap menggunakan frekuensi atau perjalanan yang selama ini. Secara bertahap setelah evaluasi kemungkinan akan ditambah.

BACA JUGA : Uji Coba KRL Jogja–Solo Dilakukan Terbatas, Tarifnya Cuma Rp1

Diketahui PT KAI membuka kembali sejumlah stasiun yang sebelumnya tidak melayani pengguna. Hal ini diharapkan mendorong perekonomian di wilayah stasiun, di tengah pandemi Covid-19. Panjang jaringan KRL ini kurang lebih 60 kilometer, dengan 11 stasiun KRL, dan total perjalanan ada 20 perjalanan/ hari.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo mengatakan adanya KRL ini akan memudahkan perjalanan. Selain itu dapat memenuhi kebutuhan penumpang. Saat ini sendiri dikatakannya untuk Prameks rata-rata jumlah penumpang dalam satu tahun ada 5 juta penumpang. Adanya KRL akan bisa lebih banyak mengangkut penumpang, dengan lebih nyaman dan teknologi yang ramah lingkungan.

BACA JUGA : KRL Jogja-Solo Akan Berhenti di 11 Stasiun, Ini Daftarnya