Sejumlah Warga Sleman Sudah Divaksin Covid-19, Adakah Laporan Efek Samping?

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
24 Januari 2021 23:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengklaim belum ada laporan mengenai efek samping aksinasi Covid-19 yang sudah berjalan di wilayah ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo mengatakan efek samping vaksinasi Covid-19 hingga kini belum ditemukan di Sleman. Apalagi, sampai harus dilakukan perawatan intensif di rumah sakit.

"Tidak ada yang sampai harus dirawat di rumah sakit. Kalau ada ya paling cuman pegal dan kemeng di tangan. Terus ya ada greges-greges sebentar kemudian hilang," ujar Joko Hastaryo saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Efek samping yang disebutkan Joko diatas merupakan efek samping yang masih bisa ditolerir. Jika ada efek samping sehingga menimbulkan pingsan bagi penerima vaksin Covid-19, upaya perawatan intensif di RS selanjutnya akan dilakukan.

"Kemudian demam tinggi yang tidak turun-turun, kemudian muncul bercak-bercak nah itu yang tidak ditolerir. Selama ini yang sudah mendapatkan vaksinasi tidak ada efek yang berat ya," sambung Joko.

Joko menyebutkan pada tahapan pertama pemberian vaksin Covid-19 akan dimulai dengan menyasar SDM kesehatan di Kabupaten Sleman.

“Semua Nakes dan Non-Nakes di fasyankes swasta, Pemerintah, Praktik mandiri dan tempat karantina, akan menjadi sasaran pertama pemberian vaksin Covid-19.” Katanya.

Lebih lanjut, Joko menuturkan SDM di Kabupaten Sleman yang telah diverifikasi dan disetujui oleh Kemenkes RI yaitu sebanyak 12.342 tenaga dengan kesiapan jumlah vaksin Covid-19 sebanyak 12.380 dosis.

“Tahapan selanjutnya, akan menyasar petugas pelayanan publik (TNI/Polri, dan lainnya), masyarakat rentan dan masyarakat umum dan akan dilakukan secara bertahap,” pungkasnya.

Dalam pelaksanaanya, vaksin pionir di Kabupaten Sleman menyasar kepada 10 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai unsur yaitu Bupati Sleman Sri Purnomo, Dandim 0732/Sleman Letkol Inf Arief Wicaksana, Kapolres Sleman Anton Firmanto, Kepala Kejari Sleman Bambang Marsana, Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta, Kepala Kantor Kemenag Sleman Sa’ban Nuroni, Anggota DPRD Sleman Ani Martanti dan Dokter sekaligus pegiat media sosial dr.Tirta Mandira Hudhi.

Bupati Sleman Sri Purnomo menjadi orang pertama yang menerima suntikan dosis vaksin Covid-19 yang dilakukan di Puskesmas Ngemplak II dan menjadi orang pertama yang menerima vaksin di Kabupaten Sleman.