Kapan Penggunaan Teknologi Diterapkan untuk Parkir Tepi Jalan di Jogja? Begini Kata Pemkot

Ilustrasi. - Freepik
25 Januari 2021 19:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Rencana pengguanaan alat sistem parkir di parkir Tepi Jalan Umum (TJU) masih diujicobakan. Rencananya pada 2021 ini teknologi sistem parkir baru masuk tahap uji coba untuk melihat beberapa hal teknis di lapangan.

Merujuk Perda Kota Jogja No. 1/ 2020 menyangkut retribusi parkir di Tepi Jalan Umum (TJU) dan Perda No. 2 /2020 tentang retribusi parkir di Tempat Khusus Parkir berlaku mulai 1 Juli 2020. Dalam aturan tersebut beberapa TJU kawasan I bakal dikenai tarif progresif setelah dua jam pertamanya. Oleh karena itu Dishub Kota Jogja berencana melakukan pengadaan alat sistem parkir untuk mengakomodir itu.

BACA JUGA: Kematian Akibat Covid-19 Bertambah 297 Kasus, Jateng Tertinggi

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho menjelaskan bahwa saat ini sistem tersebut masih dalam tahap uji coba."Ini akan ada kami lakukan uji coba di satu TJU dan satu di TKP. Tapi kan proses, ini APBD juga belum jalan belum fix, nanti kita uji coba seperti apa modelnya," jelasnya pada Senin (25/1/2021).

Diterangkan Arif, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana manfaat yang paling baik dari sistem yang ada. Arif memisalkan satu TJU bisa ada 10 juru parkir, namun peralatan parkir sendiri cukup mahal sehingga perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu. "Kami lakukan uji coba seperti apa teknisnya agar ya mulai menggunakan metode sistem informasi parkir dengan alat untuk menentukan kendaraan masuk jam berapa, keluar jam berpa, tarifnya apakah lebih dari dua jam dan seterusnya," tuturnya.

"[Waktu dan lokasi] uji coba nanti kita sampaikan, kami baru kaji secara teknis dimana yang lebih posible kita lakukan. Masih uji coba, baru uji coba kami lakukan karena kan kita lihat teknis operasionalnya. Bayangannya kan beda kalau untuk di satu tempat, satu gedung jelas. Kalau misalnya di TJU panjang jurkirnya ada 10, yang sedang mau konsodalisakan bagaimana teknis operasionalnya," ujar Arif.