71 Desa di Bantul Sudah Punya Selter Covid-19

Selter Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro Bantul yang baru diresmikan, Selasa (26/1/2021). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
26 Januari 2021 15:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul mengklaim sebanyak 71 desa di Bantul sudah memiliki selter khusus pasien Coronavirus Disease (Covid-19) yang tidak bergejala. Keberadaan selter desa dapat membantu pemkab di tengah tingginya penularan Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Hermawan Setiaji mengatakan kemampuan Pemkab Bantuldalam menyediakan selter khusus pasien Covid-19 tidak sebanding dengan tingginya angka penularan jenis penyakit SARS Cov-2 tersebut. Pihaknya hanya mampu menyediakan selter dengan kapasitas sekitar 400 tempat tidur.

BACA JUGA: Tak Ada Nama Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul sebagai Penerima Vaksin Covid-19 Perdana

Selter pemkab yang sudah tersedia adalah Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDM), bekas rumah sakit Padmasuri, dan Gedung Putih Saemaul. “Leberadaan selter kalurahan sangat diperlukan,” kata Hermawan, saat meresmikan Selter Desa Sumbermulyo di Dusun Kaligondang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro.

Selter desa, kata Hermawan, juga menjadi tanggung jawab pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan logistik maupun sarana dan prasarana pendukung, tetapi pemantauan medis tetap dilakukan oleh puskesmas terdekat.

Pihaknya mengapresiasi keberadaan selter yang disediakan Pemerintah Desa Sumbermulyo. Selter tersebut berkapasitas 40 orang dan sudah terisi 10 orang sebelum selter tersebut diresmikan. Penyediaan kebutuhan logistik di selter tersebut dibebankan kepada masyarakat dan lembaga donor, bahkan masyarakat setiap dusun digilir untuk menyediakan kebutuhan logistik sehari-hari.

“Keberadaan selter dan pengelolaannya di Sumbermulyo ini akan menjadi embrio bagaimana pengelolaan selter melibatkan pasrtisipasi masyarakat. Ini menjadi potensi besar yang tidak terpikirkan dari awal pandemi,” ucap Hermawan.

BACA JUGA: Kasus Kerumunan Disetop, Raffi Ahmad Tetap Jalani Sidang Besok

Pria yang masih menjabat Kepala Inspektorat Bantul ini mengatakan dari 71 desa yang sudah menyediakan selter daya tampungnya berbeda-beda. Namun dia menghitung jika tiap desa menyediakan 10 tempat tidur maka sudah ada 710 tempat tidur. Kondisi tersebut dapat meringankan beban Pemkab Bantul di tengah masih tingginya penularan Covid-19.

Kepala Desa Sumbermulyo,Ani Widayani mengatakan dari kapasitas 40 orang, selter sudah terisi 10 orang. Dari jumlah tersebut sembilan orang di antaranya adalah satu keluarga yang baru saja melakukan perjalanan dari Jakarta dan Sumatera, tetapi setelah dites semuanya positif tanpa gejala.

Selter tersebut memanfaatkan gedung Sekolah Dasar (SD) Kaligondang. Sejak awal dibangun 2006 lalu bangunan tersebut memang dikhususkan untuk selter atau menampung korban bencana. Selama tidak ada bencana bangunan tersebut digunakan untuk kegiatan belajar mengajar SD Kaligondang.

Pihaknya sejak awal pandemi sebenarnya sudah menyediakan selter di Gedung Putih Saemaul. Namun selter tersebut kini dikelola oleh Pemkab Bantul. Pemerintah desa bersama kepala dusun akhirnya menyediakan kembali selter baru. Selter SD Kaligondang baru dibuka pada Sabtu pekan lalu dan sudah langsung terisi.

BACA JUGA: Tiket Elektronik Berlaku di TPR Pantai Baron

Awalnya Ani khawatir soal penganggaran karena dari hasil penghitungan kebutuhan logistik saja butuh puluan juta rupiah dalam sebulan. Belum termasuk sarana dan prasarana pendukung lainnya seperti masker dan alat kebersihan untuk pasien.

Namun kekhawatirannya justeru sirna karena masyarakat antusias untuk ikut terlibat dalam menyediakan kebutuhan logistik, “Kehawatiran dana ternyata enggak masalah ada keterlibatan masyarakat, dan berbagai lembaga peduli Covid-19” kata Ani. “Sampai hari ini Pemerintah Desa belum mengeluarkan uang sepeser pun,” imbuh Ani.

Selain menyediakan selter khusus pasien Covid-19, Ani memastikan sukarelawan Covid-19 di tiap dusun juga masih aktif, bahkan ada rumah karantian di tiap dusun khusus untuk pelaku perjalanan.