Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dua siswa SMKN 1 Pundong, Muhammad Raihan Khoirilah dan Rosyid Jauhar, memeragakan penggunaan alat pengusir hama, Sabtu (13/6/2020)./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, DANUREJAN--Pemda DIY memperpanjang Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) mulai Selasa (26/1) hingga 8 Februari mendatang. Mendukung kebijakan ini, semua kegiatan praktik di sekolah ditiadakan selama PTKM.
Kepala Dinas pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Didik Wardaya, menjelaskan sebelum PTKM, sekolah masih bisa menjalankan sejumlah kegiatan seperti praktikum terbatas, konsultasi bagi siswa di sekolah dan guru berkunjung ke rumah bagi siswa SLB.
“Kalau kondisi tidak PTKM guru mengajar di sekolah. Hanya anak-anak yang masih kesulitan bisa datang konsultasi. Selama PTKM sementara tidak ada praktek baik SMK dan SMA, termasuk siswa SLB yang guru biasanya berkunjung ke rumah siswa,” ujarnya, Selasa (26/1/2021).
BACA JUGA : Praktikum untuk SMK di Bantul Direncanakan Digelar Secara
Untuk memulai pembelajaran tatap muka, pihaknya masih menunggu perkembangan covid-19 dan kebijakan Pemda DIY. Jika kondisi sudah memungkinkan, pihaknya juga masih akan berkonsultasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Ikatan Dokter Anak dan instansi terkait lainnya.
Meski demikian, ia mengungkapkan sampai saat ini sebenarnya sudah ada sekitar 50% dari 165 SMK dan 220 SMA di DIY yang telah mengajukan kesiapan sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka. “Rata-rata SMK sudah siap untuk praktek,” kata dia.
Dengan kondisi covid-19 saat ini dan kebijakan PTKM yang belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, maka pihaknya masih mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh melalui Jogja Belajar maupun aplikasi lainnya seperti google classroom.
“Kami juga memberi kesempatan pelatihan melalui webinar kepada guru untuk mebgembangkan konten pembelajaran jarak jauh. Selain itu kerja sama dengan Diskominfo [Dinas Komunikasi dan Informatika DIY] untuk benahi jaringan intrnet sekolah,” katanya.
BACA JUGA : Pembelajaran Jarak Jauh Bikin Belajar Praktikum Tak
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan selain praktikum SMA dan SMK, pembelajaran tatap muka secara terbatas bagi perguruan tinggi juga harus ditunda. “Perguruan Tinggi yang dulu sudah kita lepas [tatap muka], sekarang harus menyesuaikan, selama PTKM tidak boleh tatap muka,” kata dia.
Ia juga mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi para siswa selama pembelajaran jarak jauh agar tetap berada di rumah, mengikuti pelajaran dan tidak melakukan kegiatan yang tidak perlu di luar rumah. “Anak yang keluar diingatkan, diberi aktivitas di rumah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu