Update Harga Pangan: Cabai Rawit Nyaris Rp60 Ribu, Telur Rp28.950/Kg
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.
(Ilustrasi jalan rusak-JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)
Harianjogja.com, SLEMAN—Pandemi Covid-19 selama 2020 sangat berdampak pada perbaikan jalan di Sleman. Dari 699,50 kilometer (km) panjang ruas jalan kabupaten, hingga kini masih ada 6,45% atau 45,15 km yang rusak berat. Kondisi tersebut nyaris sama dengan data 2019, di mana panjang jalan rusak berat mencapai 45,10 km.
Adapun kondisi jalan yang rusak ringan tahun lalu tercatat 38,20 km (5,46%), turun dibandingkan sebelumnya sepanjang 38,35 km (5,48%). Sebelum pandemi Covid-19, Pemkab Sleman mampu membangun jalan baru antara 25 hingga 30 km.
Terkait data tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Achmad Subhan menjelaskan pada 2020 pemerintah melakukan kebijakan rasionalisasi anggaran. Refocusing anggaran dilakukan untuk menangani pandemi Covid-19. Hampir semua rencana program kegiatan fisik ditunda.
"Termasuk kegiatan pembangunan infrastruktur di Bina Marga. Jalan-jalan yang rusak berat paling banyak berada di jalur evakuasi," katanya, Kamis (28/1/2021).
Rencana perbaikan sejumlah jalan tidak terealisasi sehingga panjang jalan yang rusak berat pun urung diperbaiki. Akibatnya, target pelaksanaan program atau kegiatan yang telah direncanakan pada tahun sebelumnya tidak dapat tercapai. "Tahun ini kami tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," katanya.
Tahun ini ada tujuh ruas jalan yang akan diperbaiki, meliputi ruas Karang Kalasan-Salakan sepanjang 0,9 km; ruas Kemusuh-Seyegan sepanjang 0,8km; ruas Ledoksari-Nglengkong sepanjang 0,9 km; ruas Nandan-Krikilan sepanjang 0,9 km; ruas Sumber-Kwayuhan sepanjang 0,9 km; dan Ruas Jalan Watuadeg-Plosorejo sepanjang 0,9 km.
"Rencana perbaikan semua ruas jalan yang tahun lalu ditunda akibat refocusing anggaran bakal diperbaiki tahun ini. Saat ini kami menyiapkan berkas sebelum dilelang," katanya.
Kepala DPUPKP Sleman, Taupiq Wahyudi menjelaskan hasil rasionalisasi anggaran tahun lalu berdampak pada banyaknya kegiatan pembangunan yang tertunda. Dia mencontohkan tahun lalu DPUPKP Sleman mendapat alokasi anggaran Rp414,8 miliar, namun setelah dirasionalisasi sebesar Rp233,6 miliar, anggaran revisi yang dilaksanakan DPUPKP hanya sebesar Rp181,2 miliar.
Untuk Bidang Bina Marga, dari 105 paket hanya 21 paket yang dapat dikerjakan. Adapun di Bidang Cipta Karya, dari 65 paket yang diusulkan, sebanyak 52 paket dapat dikerjakan. Begitu juga dengan Bidang Sumber Daya Air, dari 195 paket yang disediakan hanya dua paket yang bisa dikerjakan. Pemangkasan program tahun lalu, juga dialami Bidang Perumahan, dari 71 paket hanya 34 paket yang direalisasikan. "Tahun ini kami mengelola sekitar Rp247 miliar untuk berbagai program pembangunan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.
UGM melantik 620 insinyur baru dan menekankan pentingnya etika profesi serta tanggung jawab moral di tengah pesatnya perkembangan AI.
Nobar Piala Dunia 2026 di Teras Malioboro dipadati ratusan warga dan berdampak positif pada omzet UMKM yang meningkat hingga empat kali lipat.