Jaga Populasi Sapi, Pemkab Bantul Intensifkan Inseminasi Buatan

Ilustrasi sapi - Pixabay
29 Januari 2021 11:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Program inseminasi buatan (IB) untuk meningkatkan jumlah populasi sapi di Bantul terus ditingkatkan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi kebutuhan daging sapi di pasaran.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Joko Waluyo mengatakan, pada 2021 target program IB sama dengan 2020, yakni 35.000 ekor sapi. Dari target tersebut, pada 2020, capaian program IB mencapai 47.000 ekor sapi.

“Dengan mengacu kepada capaian tahun lalu, maka pada tahun ini kami optimistis bisa mencapai 50.000 ekor sapi. Saat ini sendiri populasi sapi di bantul sekitar 67.000 ekor,” kata Joko, Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Sultan Sebut Kondisi Penerima Vaksin Covid-19 di DIY Tak Ada yang Sakit

Menurut Joko, dengan adanya program IB, diharapkan populasi di Bantul bisa terjaga dan kebutuhan daging terpenuhi. Karena selama ini, Bantul dikenal sebagai pemasok kebutuhan daging sapi di DIY.

“Untuk angka pasti untuk kebutuhan daging, saya kurang hafal. Yang jelas 75 persen daging sapi di DIY dipasok dari Bantul,” lanjut Joko.

Agar kebutuhan sapi mampu terpenuhi, pihaknya terus memantau rumah penyembelihan hewan (RPH) di Bantul untuk mengantisipasi penyembelihan sapi betina. Sebab, para peternak di Bantul diharapkan fokus pada pola pembibitan.

“Ini juga dilihat dari 60 persen dari sapi yang beredar di pasar sapi adalah pedet [anak sapi]. Dari 600 ekor yang biasa masuk di pasar, sapi jantan maksimal hanya ada sekitar 50 ekor,” papar Joko.

Baca juga: Setelah Bergejolak, Aktivitas Merapi Terkini Menurun

Lebih lanjut Joko mengungkapkan, program IB Sebelum Juni 2020, awalnya gratis dan dibiayai oleh pemerintah. Namun dalam perkembangannya, karena ada pemangkasan, saat ini warga harus melaksanakan IB mandiri. “Untuk biaya sekitar Rp50.000 untuk pelaksanaannya,” ujar Joko.