Malioboro Ditutup pada Malam Hari, Toko-Toko Bangkrut

Suasana Malioboro yang ditutup untuk kendaraan bermotor setelah pukul 19.00 WIB pada masa PTKM, Sabtu (23/1/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
30 Januari 2021 15:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Persatuan Pengusaha Malioboro dan A. Yani (PPMAY) mengeluhkan penutupan Jalan Malioboro pada pukul 18.00 – 21.00 WIB, terlebih selama Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) pada 26 Januari sampai 8 Februari 2021.

Kordinator PPMAY, Kanjeng Raden Tumenggung Karyanto Purbo Husudo, berharap Jalan Malioboro tidak ditutup. Hal ini berdampak pada penurunan omzet pedagang yang ada di Malioboro. “Penutupan berdampak sepinya pengunjung yang mau masuk Jalan Malioboro dan A. Yani,” kata Karyanto saat dihubungi secara daring pada Sabtu (30/1/2021).

BACA JUGA: PSS Sleman Luncurkan Buku Metode Pembinaan Pemain Muda

Akibat sepinya pengunjung, banyak toko yang tidak bisa membiayai operasionalnya. “Kita semuanya harus nombok, untuk sekadar bertahan hidup, takut [melakukan] pemutusan hubungan kerja [pada] staf-staf kami yang sudah lama kerja di toko,” kata Karyanto.

Sebelumnya, PPMAY sempat mendapat angin segar dengan pelonggaran jam operasional sampai pukul 20.00 WIB. Pada PTKM periode pertama yang berlangsung dari 11-25 Januari 2021, batas jam operasional toko-toko pukul 19.00 WIB.

“Menyambut gembira usulan kami agar jam operasional toko-toko sisa diperpanjang sampai jam 20.00 WIB bisa disetujui oleh Bapak Gubernur DIY dan Bapak Wali Kota Jogja,” kata Karyanto.

Saat ini PPMAY mengoordinasi total 220 toko di kawasan Malioboro dan Jalan A. Yani. Sejak PTKM periode pertama, sudah ada sepuluh toko yang tutup. Lebih banyak lagi toko yang omzetnya turun atau merugi.