Ternak Milik Pengungsi Merapi Turut Dievakuasi

Puluhan warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, memilih untuk tidur di SD Sanjaya Tritis pada Kamis (21/1 - 2021) malam./Ist
30 Januari 2021 12:17 WIB Hery Setiawan (ST18) Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN— Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] Sleman berencana mengevakuasi ternak milik warga Pedukuhan Turgo, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem Sleman yang kini sedang mengungsi pasca meningkatnya aktivitas Gunung Merapi.

Kepala BPBD Sleman, Joko Supriyanto menuturkan, ada sekitar 101 hewan ternak yang akan dievakuasi dari kawasan itu. BPBD sendiri sudah menyiapkan kandang untuk menampung hewan ternak milik pengungsi.

BACA JUGA : 63 Ekor Ternak Milik Pengungsi Glagaharjo Sudah 

“Kami akan mengevakuasi hewan ternak. Itu mulai dilakukan hari ini,” ucap Joko kepada awak media, Kamis (28/1/2021).

Joko melanjutkan, barak pengungsian memang diprioritaskan untuk warga kelompok rentan. Sementara warga lainnya masih diperbolehkan untuk kembali ke tempat tinggalnya untuk mencari makan ternak ataupun mengurus kebun.

Hanya saja, bila kondisi Gunung Merapi tampak mengkhawatirkan, Joko meminta kepada warga agar segera mencari tempat yang lebih aman. “Tidak semata-mata boleh. Kalau darurat ya langsung turun,” ujar Joko.

Joko menambahkan, saat ini kondisi para pengungsi di Balai Desa Purwobinangun dalam kondisi sehat. Mereka dibersamai oleh para relawan dan petugas yang sudah terlebih dulu menjalani tes usap antigen. Joko juga mengklaim, stok logistik sudah disediakan oleh BPBD Sleman dan Dinas Sosial Sleman.

BACA JUGA : Pengungsi Merapi Diminta Tak Jual Ternak

Menurut laporan Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi [BPPTKG] pada Rabu (27/1/2021) pukul 12.53 WIB, Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran sejauh 3 km dengan durasi 327,8 detik. Arah luncurannya menuju ke Kali Krasak dan Kali Boyong yang letaknya berada di sisi barat daya.

Tak lama kemudian, tepatnya pada pukul 13.32 WIB, Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas dengan jarak 2 km dan durasi 240 detik. Arah luncurannya masih sama seperti sebelumnya.

Pasca kejadian itu, ratusan warga Pedukuhan Turgo RT 3 dan RT 4 diinstruksikan untuk segera mengungsi. Pasalnya, tempat tinggal mereka hanya berjarak 6,5 km saja dari puncak Merapi.