Pemdes Klaim Tak Ada Penularan Covid-19 Selama 81 Hari Pengungsi Tinggal di Barak

Puluhan balita berada dibarak pengungsian Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Sabtu (7/11/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
01 Februari 2021 10:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Penularan Covid-19 tidak terjadi kepada warga Kalitengah Lor Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, selama berada di barak pengungsian balai desa Glagaharjo. Berdasarkan catatan dari pemerintah desa Glagaharjo, selama masa pengungsian sekitar 81 hari, tidak ditemukan adanya kasus positif Covid-19 dari kalangan pengungsi.

Lurah Glagaharjo, Cangkringan, Sleman Suroto mengatakan jika kasus positif Covid-19 juga tidak ditemukan baik dari pengungsi maupun sejumlah relawan dan staf yang bekerja di pemerintah desa Glagaharjo.

BACA JUGA : Ancaman Merapi Berubah, Ratusan Pengungsi Dipulangkan

"Di Glagaharjo kurang lebih 81 hari tidak ditemukan. Baik itu dari relawan, dinas-dinas yang lain, maupun warga masyarakat kaitannya dengan Covid-19. Glagaharjo masih hijau [klasifikasi zona penyebaran Covid-19]," ujar Suroto pada Minggu (31/1/2021).

Warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan Sleman, khususnya kelompok rentan mulai mendiami barak pengungsian balai desa Glagaharjo sejak 5 November 2020 lalu seiring dengan diberlakukannya status siaga level tiga Gunung Merapi yang diinisiasi oleh BPPTKG.

"Mereka [pengungsi] sudah diperbolehkan pulang pada 26 Januari 2021 lalu setelah adanya perubahan rekomendasi arah potensi bahaya erupsi Merapi ke barat daya. Meski sehari berselang atau 27 Januari lalu, sebanyak 41 orang [kelompok rentan] warga Kalitengah Lor kembali ke barak, menyusul erupsi yang terjadi siang [27 Januari 2021] itu. Namun, warga dinyatakan telah kembali ke kediaman masing-masing per Kamis tanggal 28 Januari 2021," paparnya.

BACA JUGA : Desa Glagaharjo Siapkan Mekanisme Pemulangan Pengungsi

Namun demikian, pihaknya tidak akan menutup akses barak pengungsian balai desa Glagaharjo kepada warga, khususnya kelompok rentan dari dusun Kalitengah Lor. Pasalnya, status Gunung Merapi masih siaga level tiga.

"Sebelum status Gunung Merapi menjadi normal belum kita bongkar. Untuk unit pelaksana [unitlak] pemerintah desa Glagaharjo juga patroli dan piket setiap malam," sambung Suroto.

Selama berjalannya barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Suroto atau yang akrab disapa Mbah Roto juga tidak menampik masih terdapat sejumlah catatan yabg harus dievaluasi bersama. Khususnya, mengenai skema pemberian bantuan dari luar yang ditujukan kepada pengungsi.

BACA JUGA : Pengungsi Merapi di Glagaharjo Dipulangkan

"Memang pemberi bantuan sempat ada yang melalui pintu belakang dan langsung ke pengungsi. Ke depan, nanti akan kita atur lagi menjadi satu pintu. Artinya, semua bantuan kita arahkan ke balai desa Glagaharjo sebelum didistribusikan ke pengungsi," ungkapnya.