Antisipasi Lahar Hujan, Kota Jogja Gencarkan Pemantauan Hulu Code

Penjaga peringatan dini erupsi Gunung Merapi Musdiantoro menunjukkan pipa air di aliran Sungai Boyong, Turgo, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (8/1/2021). Luncuran material banjir lahar hujan dari puncak Gunung Merapi memutus saluran pipa sumber air bersih dari Turgo untuk warga Dusun Kaliurang, Ngandong dan Boyong. ANTARA FOTO - Hendra Nurdiyansyah
03 Februari 2021 13:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi yang mulai mengeluarkan awan panas membuat potensi akan adanya lahar hujan. Di Kota Jogja, pantauan potensi lahar hujan terus dilakukan melalui posko satu yang terletak di Sungai Boyong.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat menjelaskan pantauan akan potensi lahar hujan terus digiatkan menyusul adanya aktivitas Gunung Merapi yang mulai mengeluarkan awan panas. Pengetatan pantauan jiga dilakukan di tiap-tiap wilayah, selain mengawasi posko satu di Sungai Boyong.

BACA JUGA : Begini Potensi Lahar Hujan di Sungai Code

"Lahar hujan Merapi itu juga kita selalu pantau terus. Ini kan yang terjadi Merapi sudah bergerak mengeluarkan awan panas. Seperti tahun-tahun sebelumnya mengeluarkan lahar hujan biasanya [setelahnya]," jelasnya pada Selasa (2/1/2021.

Selain memonitor lahar hujan melalui posko di masing-masing wilayah termasuk posko satu di Sungai Boyong, warga bisa memantau lahar hujan melalui frekuensi radio. "Untuk pemantauan lahar hujan itu bisa melalui frekuensi juga bisa. BPBD setiap saat kami informasikan setiap hari terkait lahar hujan itu," ungkapnya.

Adapun pantauan di posko satu Sungai Boyong ditandai dengan ketinggian air yang naik hingga 70 cm di Sungai Boyong. Bila ketinggian mencapai 70 cm, maka setengah jam berselang aliran lahar hujan akan sampai di Sungai Code.

BACA JUGA : Ancaman Lahar Hujan Merapi Dinilai Belum

"Kalau sudah naik 70 cm di sana itu, biasanya nanti setengah jam itu sudah sampai Kota Jogja. Nah itu kemarin malam, terakhir kami pantau malam itu masih mandali, jadi masih sekitar 30 cm di atas sana. Jadi belum berpengaruh di Kota Jogja itu punya beban lebih banyak," terangnya.

Bila ketinggian air telah mencapai 70 cm di Sungai Boyong maka dampak utamanya akan ada di Sungai Code. "Dampakmya nanti di Sungai Code. Nanti sedikit banyak ke Sungai Winongo, aliran-aliran itu, yang utama kan Sungai Code," ujarnya.

Di sisi lain, forum KTB di wilayah pun menurut Nur telah dibangkitkan kembali untuk kesiapsiagaannya untuk memonitor keadaan sungai. Informasi sudah disampaikan kepada warga di wilayah agar siap siaga khususnya warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai, Sungai winongo, Sungai Code, dan Sungai Gajah Wong.

BACA JUGA : Ancaman Lahar Hujan Merapi, Begini Kondisi EWS di Sleman

"Peralatan terkait kesiapsiagaan dini juga sudah kita siapkan sudah kita cek. Early Warning System (EWS) yang ada sejumlah 16 titik, ketika ada arus sungai yang naik akan berbunyi. Sudah kita cek, kesiapsiagaanya supaya nanti bisa berfungsi memberikan peringatan kepada masyarakat," ucapnya.