BGN Tutup Dapur MBG Karangturi Usai Siswa SMKN 6 Semarang Keracunan
BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi setelah dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang masih diselidiki.
Penampakan salah satu sungai di sekitar Gunung Merapi, dalam pemantauan dari udara BPPTKG dan BPBD DIY, Kamis (26/11/2020).-Ist Humas Pemda\r\n
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta terus mengintensifkan pemantauan kondisi hulu Sungai Code karena erupsi Gunung Merapi masih berlangsung namun hingga saat ini belum ada peningkatan potensi banjir lahar hujan di aliran sungai tersebut.
“Pemantuan kami lakukan di Sungai Boyong. Sampai saat ini, kondisi masih cukup terkendali dan belum ada kenaikan potensi banjir lahar dingin, meskipun puncak Merapi kerap diguyur hujan lebat,” kata Kepala BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat di Yogyakarta, Selasa (2/2/2021).
Menurut dia, peningkatan potensi ancaman banjir lahar dingin di Sungai Code akan terjadi apabila tinggi air sungai di hulu mencapai angka 70, namun hingga pemantauan terakhir diketahui ketinggian air sungai maksimal berada di angka 30.
Ketika ketinggian air sungai berada di angka 70, maka dalam waktu sekitar 30 menit, aliran sungai yang cukup deras dan biasanya membawa berbagai material akan sampai di Sungai Code yang berada di wilayah Kota Yogyakarta.
“Saat itu, maka bisa terjadi luapan air sungai ke wilayah permukiman di sepanjang bantaran Sungai Code dan tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan aliran di Sungai Winongo dan Gajah Wong,” katanya.
Saat terjadi peningkatan aliran atau ketinggian air sungai, maka petugas di posko pengamatan akan segera memberikan informasi ke posko di Kota Yogyakarta untuk diteruskan ke warga yang berada di bantaran sungai untuk melakukan antisipasi.
Forum kampung tangguh bencana (KTB) yang ada di tiap wilayah, lanjut dia, juga digiatkan untuk selalu siap siaga memantau kondisi di sungai.
BACA JUGA: Sempat Batuk dan Diare, Anak Bupati Sleman Positif Covid-19
“Peralatan untuk menunjang kesiapsiagaan bencana pun dipastikan dalam kondisi yang baik. Kami memiliki peralatan ‘early warning system’ (EWS) di 16 titik dan semuanya dalam kondisi baik,” katanya.
Jika arus atau ketinggian air di sungai mulai mengalami kenaikan, maka EWS akan memberikan peringatan agar warga di bantaran sungai segera melakukan langkah antisipasi seperti berkumpul ke titik evakuasi.
“Beberapa bencana yang juga harus diaantisipasi adalah kondisi cuaca karena adanya potensi kenaikan curah hujan serta cuaca esktrim yang bisa menimbulkan angin kencang dan berakibat pada pohon tumbang,” katanya.
Antisipasi yang disiapkan adalah memastikan seluruh peralatan penunjang seperti gergaji mesin dan peralatan pendukung lainnya yang sudah dimiliki masing-masing KTB berfungsi baik. “Kami minta KTB untuk memastikan seluruh peralatan yang mereka miliki dalam kondisi baik supaya bisa digunakan saat dibutuhkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi setelah dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang masih diselidiki.
Interpol menerbitkan red notice terhadap Syekh Ahmad Al Misry dalam kasus dugaan pelecehan seksual. Polri menyebut tersangka masih berada di Mesir.
Kejagung menggeledah enam lokasi terkait kasus TPPU eks Jampidsus Febrie Adriansyah, termasuk kantor Don Ritto dan empat korporasi.
Indonesia dan Thailand menyepakati Roadmap on Strategic Partnership 2026–2030 untuk memperkuat kerja sama politik, keamanan, ekonomi, dan investasi.
Mabes Polri memastikan pusat perekonomian nasional tetap aman dan kondusif melalui intelijen, patroli siber, serta pemantauan DORS.
Prabowo mengapresiasi Thailand yang membantu pemulangan hampir 1.000 WNI korban online scam. RI dan Thailand perkuat kerja sama keamanan.