Putusan MK Diikuti, MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan di APBN 2028
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Penampakan salah satu sungai di sekitar Gunung Merapi, dalam pemantauan dari udara BPPTKG dan BPBD DIY, Kamis (26/11/2020).-Ist Humas Pemda\r\n
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta terus mengintensifkan pemantauan kondisi hulu Sungai Code karena erupsi Gunung Merapi masih berlangsung namun hingga saat ini belum ada peningkatan potensi banjir lahar hujan di aliran sungai tersebut.
“Pemantuan kami lakukan di Sungai Boyong. Sampai saat ini, kondisi masih cukup terkendali dan belum ada kenaikan potensi banjir lahar dingin, meskipun puncak Merapi kerap diguyur hujan lebat,” kata Kepala BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat di Yogyakarta, Selasa (2/2/2021).
Menurut dia, peningkatan potensi ancaman banjir lahar dingin di Sungai Code akan terjadi apabila tinggi air sungai di hulu mencapai angka 70, namun hingga pemantauan terakhir diketahui ketinggian air sungai maksimal berada di angka 30.
Ketika ketinggian air sungai berada di angka 70, maka dalam waktu sekitar 30 menit, aliran sungai yang cukup deras dan biasanya membawa berbagai material akan sampai di Sungai Code yang berada di wilayah Kota Yogyakarta.
“Saat itu, maka bisa terjadi luapan air sungai ke wilayah permukiman di sepanjang bantaran Sungai Code dan tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan aliran di Sungai Winongo dan Gajah Wong,” katanya.
Saat terjadi peningkatan aliran atau ketinggian air sungai, maka petugas di posko pengamatan akan segera memberikan informasi ke posko di Kota Yogyakarta untuk diteruskan ke warga yang berada di bantaran sungai untuk melakukan antisipasi.
Forum kampung tangguh bencana (KTB) yang ada di tiap wilayah, lanjut dia, juga digiatkan untuk selalu siap siaga memantau kondisi di sungai.
BACA JUGA: Sempat Batuk dan Diare, Anak Bupati Sleman Positif Covid-19
“Peralatan untuk menunjang kesiapsiagaan bencana pun dipastikan dalam kondisi yang baik. Kami memiliki peralatan ‘early warning system’ (EWS) di 16 titik dan semuanya dalam kondisi baik,” katanya.
Jika arus atau ketinggian air di sungai mulai mengalami kenaikan, maka EWS akan memberikan peringatan agar warga di bantaran sungai segera melakukan langkah antisipasi seperti berkumpul ke titik evakuasi.
“Beberapa bencana yang juga harus diaantisipasi adalah kondisi cuaca karena adanya potensi kenaikan curah hujan serta cuaca esktrim yang bisa menimbulkan angin kencang dan berakibat pada pohon tumbang,” katanya.
Antisipasi yang disiapkan adalah memastikan seluruh peralatan penunjang seperti gergaji mesin dan peralatan pendukung lainnya yang sudah dimiliki masing-masing KTB berfungsi baik. “Kami minta KTB untuk memastikan seluruh peralatan yang mereka miliki dalam kondisi baik supaya bisa digunakan saat dibutuhkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Bulog memastikan stok beras premium di ritel modern tetap aman meski 40 merek beras fortifikasi terancam ditarik dari peredaran.
KPK menyita Rp9,5 miliar yang dikembalikan saksi dalam kasus dugaan korupsi KPP Madya Banjarmasin dan mendalami aliran dana tersebut.
Pemerintah menyalurkan bantuan Rp20,5 triliun kepada 497 pemda untuk menutup kekurangan anggaran gaji ASN dan PPPK, bukan melunasi DBH.
Selama pameran berlangsung, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan kesehatan, edukasi, hingga beragam aktivitas interaktif yang telah disiapkan
Pemerintahan Donald Trump menyiapkan program deposit visa hingga Rp4,46 miliar bagi calon imigran tertentu sebagai bagian dari uji coba kebijakan imigrasi.