Prabowo Sebut Ada Penolakan B50 karena Kepentingan Impor BBM
Prabowo mengungkap ada pihak yang menolak B50 karena dinilai ingin Indonesia tetap impor BBM. B50 disebut hemat devisa hingga Rp170 triliun.
Penampakan salah satu sungai di sekitar Gunung Merapi, dalam pemantauan dari udara BPPTKG dan BPBD DIY, Kamis (26/11/2020).-Ist Humas Pemda\r\n
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta terus mengintensifkan pemantauan kondisi hulu Sungai Code karena erupsi Gunung Merapi masih berlangsung namun hingga saat ini belum ada peningkatan potensi banjir lahar hujan di aliran sungai tersebut.
“Pemantuan kami lakukan di Sungai Boyong. Sampai saat ini, kondisi masih cukup terkendali dan belum ada kenaikan potensi banjir lahar dingin, meskipun puncak Merapi kerap diguyur hujan lebat,” kata Kepala BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat di Yogyakarta, Selasa (2/2/2021).
Menurut dia, peningkatan potensi ancaman banjir lahar dingin di Sungai Code akan terjadi apabila tinggi air sungai di hulu mencapai angka 70, namun hingga pemantauan terakhir diketahui ketinggian air sungai maksimal berada di angka 30.
Ketika ketinggian air sungai berada di angka 70, maka dalam waktu sekitar 30 menit, aliran sungai yang cukup deras dan biasanya membawa berbagai material akan sampai di Sungai Code yang berada di wilayah Kota Yogyakarta.
“Saat itu, maka bisa terjadi luapan air sungai ke wilayah permukiman di sepanjang bantaran Sungai Code dan tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan aliran di Sungai Winongo dan Gajah Wong,” katanya.
Saat terjadi peningkatan aliran atau ketinggian air sungai, maka petugas di posko pengamatan akan segera memberikan informasi ke posko di Kota Yogyakarta untuk diteruskan ke warga yang berada di bantaran sungai untuk melakukan antisipasi.
Forum kampung tangguh bencana (KTB) yang ada di tiap wilayah, lanjut dia, juga digiatkan untuk selalu siap siaga memantau kondisi di sungai.
BACA JUGA: Sempat Batuk dan Diare, Anak Bupati Sleman Positif Covid-19
“Peralatan untuk menunjang kesiapsiagaan bencana pun dipastikan dalam kondisi yang baik. Kami memiliki peralatan ‘early warning system’ (EWS) di 16 titik dan semuanya dalam kondisi baik,” katanya.
Jika arus atau ketinggian air di sungai mulai mengalami kenaikan, maka EWS akan memberikan peringatan agar warga di bantaran sungai segera melakukan langkah antisipasi seperti berkumpul ke titik evakuasi.
“Beberapa bencana yang juga harus diaantisipasi adalah kondisi cuaca karena adanya potensi kenaikan curah hujan serta cuaca esktrim yang bisa menimbulkan angin kencang dan berakibat pada pohon tumbang,” katanya.
Antisipasi yang disiapkan adalah memastikan seluruh peralatan penunjang seperti gergaji mesin dan peralatan pendukung lainnya yang sudah dimiliki masing-masing KTB berfungsi baik. “Kami minta KTB untuk memastikan seluruh peralatan yang mereka miliki dalam kondisi baik supaya bisa digunakan saat dibutuhkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo mengungkap ada pihak yang menolak B50 karena dinilai ingin Indonesia tetap impor BBM. B50 disebut hemat devisa hingga Rp170 triliun.
Mitsubishi New Xforce dan New Xforce HEV hadir di sembilan kota Indonesia. Masyarakat bisa melihat langsung hingga mengikuti sesi test drive.
BRI Peduli melatih 60 purna PMI di Cirebon melalui program kewirausahaan, literasi keuangan, dan pendampingan bisnis berkelanjutan.
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Film Solata gagal meraih penghargaan di Festival Film Bandung 2026, tetapi sukses meraih apresiasi dan penghargaan di sejumlah festival internasional.
Polresta Solo menyita 10 sepeda motor balap liar dan berknalpot brong di depan RS Panti Waluyo setelah menerima keluhan dari keluarga pasien.