Sempat Batuk dan Diare, Anak Bupati Sleman Positif Covid-19

Bupati Sleman Sri Purnomo (kiri) dan putranya, Raudi Akmal (kanan). - Ist/dok Instagram @raudiakmal
02 Februari 2021 21:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Usai Bupati Sleman Sri Purnomo menjalani isolasi mandiri, kini giliran anak bungsunya, Raudi Akmal dinyatakan positif Covid-19. Kini Anggota DPRD Sleman dari Fraksi PAN ini menjalani isolasi mandiri di rumah dinas bupati.

Kepastian Raudi terpapar Covid-19 disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo kepada wartawan, Selasa (2/2/2021). Menurut Joko, Raudi mulai mengalami gejala pada Rabu (27/1/2021) lalu. Saat itu ia mengalami batuk dan diare. Padahal pada Senin (25/1/2021), Raudi mengikuti rapat paripurna di DPRD Sleman.

Karena alasan itulah, Anggota DPRD Sleman yang menghadiri rapat paripurna berikut staf DPRD lainnya menjalani swab Antigen pada Selasa (2/2/2021). Beruntung, hasil swab Antigen yang dilakukan bagi anggota dewan dan staf yang mengikuti rapat paripurna saat itu dinyatakan negatif. "Semua yang diswab Antigen ada 55 orang, hasilnya dinyatakan negatif," kata Joko, Selasa.

Baca juga: Penumpang Pesawat di DIY Meningkat 28% pada Desember 2020

Ia belum dapat memperkirakan sumber virus Corona yang menjangkiti Raudi. Dugaan pertama mengarah kepada supir pribadinya yang juga dikabarkan positif Covid-19. Ditanya soal kemungkinan terpapar dari ayahnya, Sri Purnomo karena Raudi sempat mengantar rontgen ke RSUD Sleman pada Rabu (20/1/2021), Joko meragukan. Selain itu, saat di-rapid swab antigen setelah Sri Purnomo dinyatakan positif Covid-19, Kamis (21/1/2021), hasilnya juga negatif.

"Kalau (terpapar dari bupati) ini sepertinya kok tidak ya, sebab jarak waktunya terlalu jauh, meski masih bisa juga terpapar. Kami belum dapat memperkirakan sumber paparannya. Tetapi yang paling rasional itu penularannya dari drivernya yang juga dinyatakan positif,” katanya.

Saat ini, jelas Joko, Raudi menjalani isolasi mandiri di Rumah Dinas Bupati. Rumah dinas tersebut sempat menjadi tempat isolasi bagi Sri Purnomo. Menurut Joko, saat ini kondisi Sri membaik setelah mendapat perawatan dan menjalani masa isolasi mandiri.

"Sesuai pedoman Kemkes revisi 5, sebetulnya untuk konfirm asimtomatis tidak perlu swab PCR evaluasi. Selesai isolasi mandiri dianggap sudah sembuh atau tidak menular lagi. Waktu isolasi 2 x masa inkubasi (masa inkubasi 5 - 7 hari)," katanya.

Baca juga: Sebulan Terakhir, Jumlah Kematian karena Covid-19 di Bantul Melonjak Drastis

Terpisah, Raudi bercerita ia melakukan tes swab PCR pada Minggu (31/1/2021) dan dinyatakan positif Covid-19. Begitu juga dengan sopir pribadinya. Sebelum di tes PCR, Raudi mengaku mengalami demam hingga 38 derajat celcius. Saat itu, indra perasa lidah dan penciumannya mulai menurun. Ia juga sempat mengalami batuk dan flu.

"Sebelum dites PCR, sopir saya itu sempat meminta izin dua hari setelah merasakan adanya gejala [demam, batuk, flu]," katanya.

Setelah hasil tes keluar, mulai Minggu (31/1/2021) siang Raudi melakukan isolasi secara mandiri di rumah dinas. "Dan kondisi saya saat ini berangsur sudah mulai membaik. Mohon doanya agar saya cepat sembuh. Insyallah Allah akan mengembalikan imun dan kesehatan saya. Dan diswab lagi hasilnya negatif. Amin," katanya.