Ancaman Lahar Hujan Merapi Dinilai Belum Mengkhawatirkan

Penjaga peringatan dini erupsi Gunung Merapi Musdiantoro menunjukkan pipa air di aliran Sungai Boyong, Turgo, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (8/1/2021). Luncuran material banjir lahar hujan dari puncak Gunung Merapi memutus saluran pipa sumber air bersih dari Turgo untuk warga Dusun Kaliurang, Ngandong dan Boyong. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah - foc.
26 Januari 2021 07:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyatakan ancaman banjir lahar hujan belum mengancam keselamatan warga. Pasalnya, material yang berada di puncak Gunung Merapi tidak terlalu banyak sehingga sejumlah sungai masih mampu menampung.

Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto mengatakan material Gunung Merapi yang masih dikategorikan sedikit akhirnya membuat volume material yang meluncur ke sejumlah kali yang berhulu di Gunung Merapi tidak dalam jumlah yang banyak.

BACA JUGA : Soal Ancaman Lahar Hujan Gunung Merapi, Begini

"Kalau di atas [Puncak Merapi] hujan deras, material yang ada di atas itu ke bawah mengalir ke sejumlah sungai. Sampai saat ini karena material di atas tidak terlalu banyak akhirnya material yang mengalir juga sedikit, itu kondisinya," ujar Joko Supriyanto pada Senin (25/1/2021)

Oleh karena itu, Joko mengklaim jika ancaman lahar hujan hingga mengakibatkan adanya ancaman keselamatan warga belum ada. Kali-kali yang berhulu di Gunung Merapi dinilainya masih mampu untuk menampung lahar hujan.

"Jadi tidak mengkhawatirkan ya, nanti kalinya akan dipenuhi material sampai bawah, tidak seperti itu ya, karena material [Gunung Merapi] belum signifikan," katanya.

BACA JUGA : Waspada Lahar Hujan Merapi, Sungai di Jogja Akan

Early warning system (EWS) yang dimiliki oleh BPBD Sleman juga dalam kondisi baik dan siap untuk dibunyikan jika sewaktu-waktu banjir lahar hujan datang dan mengancam keselamatan warga di sekitar kali yang berhulu di Gunung Merapi.

EWS Masih Berfungsi

Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan jika kesiapan EWS banjir lahar hujan secara umum dalam keadaan siap untuk dibunyikan.

"Dari mulai Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman ke bawah itu di Kali Boyong. Kemudian, dusun Kemiri lalu ada di Pulowatu dalam kondisi baik," ujar Joko Lelono.

Kemudian, EWS yang ada di Kali Krasak juga diakui Joko dalam kondisi yang baik. Walaupun, EWS yang ada di Kali Krasak sendiri bagian sirinenya sedang dalam perbaikan karena terkena petir.

"EWS yang ada di krasak itu CCTV-nya hidup tapi untuk sirine nya itu masih dalam perbaikan karena kemarin itu dari ampli sampai ke perangkat modul kena petir jadi sedang diperbaiki," sambung Joko.

Lebih lanjut, EWS yang ada di Kali Gendol juga diakui Joko dalam kondisi siap untuk dibunyikan. Walaupun, potensi aliran banjir lahar hujan sedikit kemungkinannya dikarenakan tebing Kali Gendol yang lumayan tinggi. EWS yang ada di Kali Gendol dari mulai Srunen, Kaliadem, Petung, Bronggang sampai ke bawah di Ngerdi sirine siap untuk dibunyikan.

BACA JUGA : EWS Merapi dalam Kondisi Bagus, Masyarakat Tak Perlu Panik

"Untuk desa yang ada di Kali Gendol itu mulai Srunen tidak mungkin meluap karena tebingnya tinggi aktivitas penambangan juga sudah dalam sekali, akhirnya kemungkinan untuk meluap ya tidak mungkin. Terus, kalau pun sampai ke bawah itu di Gadingan tapi talutnya sudah bagus dan tinggi, ke bawah lagi yang terancam banjir lahar hujan ada di kecamatan Ngemplak desanya Sindumartani dan Bimomartani," terangnya.

Banjir lahar hujan yang berpotensi luber berada di Kali Boyong. Tepatnya, di Dusun Kemiri Purwobinangun kemudian ke bawah di Desa Candibinangun itu desa yang terancam sampai ke Donoharjo yang juga terdapat kali boyong dan biasanya meluap kalau ada banjir lahar hujan. "Sementara untuk di Kali Krasak mulai dari Merdikorejo terus Wonokerto sampai di Pondokrejo," ucapnya.