Merasa Merapi Tak Lagi Mengancam, Ratusan Warga Turgo Pulang ke Rumah

Pengungsi barak pengungsian Purwobinangun kembali ke rumahnya masing-masing yang berada di Dusun Turgo Purwobinangun, Pakem, Sleman, Selasa (9/2/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
09 Februari 2021 13:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sedikitnya 136 warga Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, dipulangkan ke rumahnya masing-masing pada Selasa (9/2/2021).

Lurah Purwobinangun Heri Suasana mengatakan permukiman Turgo masih dalam radius aman dari erupsi Merapi yang ditetapkan oleh BPPTKG, yakni di atas lima kilometer. Jarak terdekat permukiman Turgo dari puncak Gunung Merapi adalah enam kilometer.

BACA JUGA: DPRD Kulonprogo Susun Raperda untuk Untungkan Investor

“Tetapi kalau misal warga merasa tidur di rumah kurang tenang, nanti kalau malam warga bisa tidur di posko pengungsian sementara di SD Sanjaya Tritis," ujar Heri Suasana, Selasa (9/2/2021).

Pengungsi yang dipulangkan sebanyak 136 orang. Mereka mengungsi ke barak pengungsian Purwobinangun sejak 27 Januari 2021 ketika Merapi erupsi besar dan kini sudah merasa sudah untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

“Warga sudah hafal dan sudah lama tinggal di sana. Jadi kami ikuti saja, kalau memang warga sudah merasa nyaman pulang ke rumah masing-masing ya kami antar pulang, tapi kalau warga masih khawatir dan ingin bertahan di barak ya kami ikuti," ujar Heri.

Fasilitas di barak pengungsian akan dipertahankan karena status Gunung Merapi masih siaga level III.

“Mudah-mudahan saja nanti setelah ini tidak ada pengungsian lagi tapi kalau ada semua sudah siap. Kasur, bantal, peralatan tidur barak, belum kami bongkar untuk persiapan jika ada pengungsian selanjutnya," terang Heri.

BACA JUGA: Polisi Bongkar Kasus Jual Beli KTP Palsu di Jogja

Dia juga memastikan warga siap mengungsi sewaktu-waktu.

“Kami pantau tiap malam, kami mengawasi agar warga tenang di sana. Warga di dusun sudah siap untuk mitigasi bencana. Sudah ada tim sapu bersihnya. Jadi, setiap malam tim sapu bersih ini selalu mantau Merapi dan rumah warga yang ditempati untuk tidur. Jadi misal ada apa-apa warga sudah tahu. Bisa gerak cepat," terang Heri.

Dia menegaskan volume lahar hujan di Kali Boyong belum mengancam keselamatan warganya. Akan tetapi, kewaspadaan warga juga diharapkan oleh Heri senantiasa untuk selalu ditingkatkan.

Kepala BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto mengatakan ancaman luncuran material Gunung Merapi sejauh tiga kilometer. Keputusan untuk memulangkan pengungsi, kata Joko, berdasarkan hasil rapat yang dilakukan noleh pihaknya dan sejumlah unsur di kalurahan Purwobinangun.