Grand Launching Gedung Dekranasda Sleman, Perajin Diminta Berpartisipasi Aktif

Bupati Sleman Sri Purnomo (kiri) saat Grand Launching Gedung Dekranasda Sleman, Selasa (9/1/2021).-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
09 Februari 2021 17:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman akan terus mengoptimalkan pengembangan produk kerajinan Sleman. Keberadaan gedung baru di Jalan di Jl. Magelang km. 10, Tridadi, Sleman tersebut akan menjadi media promosikan produk kerajinan perajin Sleman kepada masyarakat domestik maupun internasional.

Ketua Dekranasda Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan melalui fasilitas ruang pameran dan galeri (showroom) yang repsentatif saat ini maka produk kerajinan Sleman dapat dipasarkan baik secara offline maupun online. Disamping itu, menurutnya gedung tersebut juga untuk memperkuat jaringan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak, seperti akademisi, pelaku usaha, komunitas kreatif, instansi pemerintah dan swasta.

"Nanti produk-produk kerajinan tingkat kalurahan akan kami pasarkan. Kami akan terus memberikan pendampingan bersama Disperindag agar kualitas produk UMKM ditingkatkan dan berdaya saing, kemudian dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM di Sleman," katanya usai Grand Opening Gedung Dekranasda Sleman, Senin (9/2/2021).

Dia menjelaskan, produk-produk kerajinan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Sleman juga digelar di Gedung Dekranasda Sleman, sementara kurasi produk untuk periode tahun 2021 telah dibuka untuk masyarakat umum. "Saat ini total 100 IKM Kerajinan Sleman (termasuk 15 IKM Makanan Minuman). Ke depan lantai tiga gedung ini akan dijadikan food court untuk IKM Kuliener," katanya.

Dekranasda Sleman, lanjut Kustini juga mendukung sepenuhnya kampanye bangga terhadap produk Sleman melalui penguatan slogan “Borong Bareng Produk Sleman”. Menurutnya hal ini adalah upaya untuk mengajak masyarakat sekaligus menumbuhkan kebanggan bagi masyarakat untuk selalu berbelanja produk-produk Sleman. "Kami juga siapkan situs khusus slemanexpo.com untuk menampilkan seluruh produk IKM Sleman. Masyarakat harus bangga dengan produk lokal. Silahkan borong bareng produk Sleman," kata Kustini.

Sementara Ketua Dekranasda DIY GKR Hemas mengakui jika produk UMKM mampu menjadi penyeimbang pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Sayangnya, pandemi Covid-19 menyebabkan banyak perajin yang terpuruk dan merasakan dampak menurunnya usaha. "Baik penjualan produk maupun pemasarannya menjadi terkendala. Makanya butuh dukungan dari pemerintah dan solusi agar perajin tetap bertahan," katanya.

Beberapa dukungan telah diberikan oleh pemerintah mulai dari rileksasi pinjaman, pemberian bantuan modal hingga memperluas akses pemasaran. Meski begitu, dia meminta agar pelaku usaha juga terus melakukan inovasi produk selama pandemi Covid-19 ini. "Gedung Dekranasda Sleman yang megah dan strategis harus bermanfaat terutama bagi para perajin. Mereka harus mendapatkan dampak positif dari keberadaan gedung ini," harap Hemas.

Dia juga berharap agar pengelolaan gedung dilakukan oleh orang yang kapabel dan piawai sehingga keberadaan gedung tersebut dapat sesuai dengan tujuannya. Hemas juga berharap agar perajin juga aktif memberikan kontribusi untuk memanfaatkan gedung tersebut. "Kami berharap bangunan ini bermanfaat bagi perajin agar mereka merasakan dampak positif dari gedung ini. Saya juga berharap Dekranasda dapat menunjuk pengelola gedung yang mampu mengelola gedung dan sinergi dengan para perajin," katanya.

Adapun Bupati Sleman, Sri Purnomo usai menandatangani prasasti serta menekan tombol secara simbolis sebagai tanda telah dibukanya gedung baru tersebut, berharap agar gedung tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. "Kualitas produk kerajinan Sleman cukup baik dan tak kalah dengan produk-produk lainnya. Saya berharap gedung Dekranasda ini bisa digunakan untuk mempromosikan produk-produk yang ada di kabupaten Sleman," katanya.